ArtikelNews
Trending

Ini Cara Menghentikan Gempa

Palu, Berkah Berjamaah. Buka mushaf, baca, dan pelajari. Terkesan mudah kan? Tapi bagaimana dengan mentadabburi ayat kauniyah? Tak terbaca dalam mushaf, tersirat dan hanya mampu dibaca oleh orang-orang yang mau berfikir.

Seperti halnya membaca ayat kauniyah yang Allah turunkan di Palu, Sigi, dan Donggala. Sebagaimana yang diungkapkan Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir saat mengisi Akbar Tabligh di Masjid Raya Baiturrahim, Lolu Palu, Sulawesi Tengah, Kamis Malam, (1/11).

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu berkunjung ke Palu dalam rangka meresmikan Komplek Berkah Berjamaah yang terletak di Biromaru, Sigi, Sulteng. Selain itu, kawasan terdampak gempa menjadi tujuan kunjungan untuk mentadabburi ayat-ayat kauniyahNya.

Salah satu yang sangat menarik dalam uraian beliau saat mengisi Tabligh Akbar adalah tata cara menghentikan bencana alam, termasuk gempa 7,4 SR, 28 September 2018 lalu di Palu, Sigi, dan Donggala yang menyebabkam tsunami, likuifaksi, serta tanah longsor.

Mendengar kajian ilmiah penyebab gempa dari sisi sains adalah hal biasa bukan? terlalu mudah ditemui. Sehingga akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa jika ada pemaparan yang menjelaskan tentang tata cara menghentikan bencana alam.

Dan ternyata al-Qur’an telah menjelaskan bagaimana cara menghentikan bencana alam itu, bukan hanya penyebabnya tapi cara menghentikannya.

“Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa cara menghentikan gempa atau bencana alam lainnya adalah dengan beristighfar,” Ungkapnya.

Uraian itu beliau sandarkan pada kisah Nabi yang termaktub dalam surah Nuh. Saat itu, Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya untuk memperbanyak istighfar agar terhindar dari bencana alam.

Beliau juga menjelaskan bahwa terhindar dari azab Allah maka terlebih dahulu murnikan tauhid. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan, lalu memperbanyak istighfar.

Kadang seseorang dibuat syirik oleh ilmu pengetahuannya sendiri. Karena lebih mempercayai teori-teori ilmiah daripada ayat al-Qur’an yang kebenarannya tak bisa diragukan lagi, “Misalnya, apa hubungannya gempa dan istigfar? Sudahlah, tidak usah kaitkan gempa dan agama. Mereka lebih percaya teori ilmiah daripada ayat-ayat al-Qur’an. Itulah yang membuat dia syirik,” Ucap UBN kepada jamaah.

“Untuk itu, Kalau Palu, Sigi, dan Donggala mau bangkit maka mulailah dengan membagun jiwa kita terlebih dahulu, dan paling penting isilah dengan tauhid,” urainya.

Lulusan Universitas Madinah itu juga menjelaskan bahwa sebenarnya bumi hanya merespon perilaku manusia di atas bumi. Maka sangat penting bagi manusia untuk memurnikan tauhid agar Allah juga membersihkan kita dari azab.

“Kalau kita berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada kita. Jika kita berbuat buruk, maka keburukan itu akan kembali kepada kita”. Ucap UBN.
______________
Salurkan donasi terbaik untuk palu dan Donggala melalui :
Bank Syariah Mandiri
(Kode 451)
7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Informasi dan konfirmasi :
+6281292847019

#BerkahBerjamaahUntukSulteng
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close