ArtikelNews
Trending

Indonesia untuk Indonesia

JAKARTA (AQLNEWS)- Indonesia untuk Indonesia. Membaca judul di atas mungkin sebagian kita terbetik tanya, maksudnya apa? Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir bersama Pimpinan Pesantren Properti Ustadz Bambang Ifnu Hidayat menjelaskan maksud dari judul ini dalam kajian Tadabbur Spesial Selasa Pagi di Masjid Raya Pondok Indah, Selasa Pagi, (18/12/2018).

Sadar atau tidak, saat ini tanah Indonesia hampir seluruhnya dikuasi oleh orang asing. Untuk itu, Indonesia untuk Indonesia adalah menyemangati pribumi untuk merebut kembali tanah airnya yang telah dirampas dengan kedok bisnis dan doktrin sesat.

Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa, “Maskud dari judul ini adalah agar tanah air Indonesia menjadi milik orang Indonesia seutuhnya, tidak dikuasai oleh penjajah. Misalnya, berapa persen tanah di Jakarta milik pribumi? Dan lebih luas lagi, keseluruhan tanah Indonesia, siapa yang paling banyak memiliki? Pribumi atau Asing?” tanya ulama yang sering disapa UBN itu kepada jamaah Majelis tadabbur Selasa pagi.

Beliau melanjutkan bahwa banyak kebijakan di negeri ini yang tidak berpihak pada pribumi, dan terkesan mengenyangkan “perut” asing. Terlebih lagi ada doktrin yang selalu digaungkan “Jika memprioritaskan pribumi itu artinya mendiskriminasi asing,” tegas UBN. Padahal doktrin semacam itu sengaja dimunculkan untuk merampok tanah Indonesia.

Menyadari hal ini, pribumi Indonesia harus berusaha menguasai kembali tanah airnya. “Kalau hanya marah saja tidak ada gunanya, kita harus pakai otak. Kalau kita tidak berusaha maka kota-kota besar akan menjadi miliki orang asing. Jangankan kota besar, pulau-pulau saja mulai diambil oleh aseng. Hal itu karena kita tidak pernah mengajari anak kita ilmu properti,” lanjutnya.

Pimpinan Pesantren Properti, Ustadz Bambang Ifnu Hidayat juga menjelaskan bahwa selama ini kita telah didoktrin jual tanah untuk naik haji, jual tanah untuk menyekolahkan anak. “Doktrin kita selama ini, jual tanah untuk naik haji. Jual tanah untuk meyekolahkan anak. Padahal itu adalah cara berfikir yang salah,” ungkapnya.

Pemilik Pesantren Properti itu kembali menegaskan bahwa mulai saat ini anak-anak muslim Indonesia khususnya harus dibekali ilmu properti, “Anak-anak kita sekarnag harus diajari ilmu property, agar bisnis properti ini dikuasai oleh pribumi dan tak lagi dikuasai oleh penjajah,” urainya.

Di akhir acara, Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir membocorkan sebuah fakta bahwa sebenarnya jumlah uang yang beredar di dunia ini jauh lebih besar nilainya daripada cadangan emas. “Jadi sebetulnya orang kaya di dunia ini bukan orang yang memiliki banyak uang, karena suatu hari akan terjadi bom ekonomi, artinya uang itu tidak ada harganya. Maka orang yang yang kaya adalah orang yang memiliki emas dan tanah. Daripada uang itu nganggur maka lebih baik diputar dan mulai beli tanah agar tanah air Indonesia dikuasi oleh pribumi,” tegas ayah dari tiga anak tersebut.

Negeri ini hanya akan selamat jika seluruh ulama menguasai ilmu properti. Alasannya sangat sederhana, jelas Ustadz Bambang, karena ilmu ini adalah ilmu para penjajah. Untuk itu, umat Islam harus menguasai ilmu tersebut untuk merebut kembali apa yang telah direbut oleh penjajah.

Beliau kemudian mengisahkan bahwa peradaban di Indonesia dulu dibuat oleh para ulama. Karena mereka menguasai ribuan hektar tanah dan tidak untuk kepentingan pribadi, tapi diwakafkan di jalan Allah.

“Zaman dulu yang membuat peradaban adalah ulama yang memiliki banyak tanah, mereka menguasai ribuan hektar tetapi bukan untuk kepentingan pribadi. Saat ini siapa yang membuat peradaban? Developer. Mereka menguasai tanah ribuan hektar hanya untuk kepentingan bisnis semata. Negeri ini diperjual belikan dengan uang dengan uang, apakah para ulama hanya mendiamkan saja?” Tanya Ustadz Bambang saat menutup statementnya.

Kita dikuasai karena bodoh dan kita dijajah karena miskin. Untuk itu, pribumi Indonesia khususnya orang Islam harus pintar dan kaya untuk menjadi tuan di negeri sendiri.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close