ILMU MEMBUKA PINTU LANGIT

Jika kita sudah mengetahui bahwa langit itu berpintu-pintu, lalu apa efeknya buat kita?

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu (QS. an-Naba: 19)

Futihat (فُتِحَتِ) artinya langit terbelah karena para malaikat turun. fakaanat abwaba (فَكَانَتْ أَبْوَابًا) adalah langit membentuk beberapa pintu. Ketika berada di ruang tunggu di padang mahsyar, Allah menggambarkan dalam ayat ini bahwa langit terbuka, dari singkapan langit itu turunlah para malaikat lalu langit itu membentuk beberapa pintu.

Astronom mengungkapkan bawa langit itu ada kanal-kanalnya. Artinya, jika apolo sembarang arah terbang, maka akan meledak sebab tidak melewati kanal-kanal itu. Para mufassir juga menjelaskan bahwa Rasulullah ketika mi’raj ke sidaratul muntaha beliau berjalan dengan cara miring ke atas.

Jika kita sudah mengetahui bahwa langit itu berpintu-pintu, lalu apa efeknya buat kita? Lalu bagaimana cara membukakan pintu langit?

Orang cerdas itu bekerja dengan melibatkan malaikat sehingga kinerjanya bisa membuka pintu langit. Ilmu membuka pintu langit ini adalah ilmu mendatangkan rahmat dan rezeki yang melimpah.

Di dunia ini banyak orang yang bekerja dengan wajah yang muram, kerja keras hasilnya letih tapi hasilnya nihil. Hasil nihil itu bisa disebabkan dari kurangnya berkah dalam pekerjaan itu dan tidak melibatkan malaikat dalam mengerjakannya. Jika dianalogikan, orang-orang yang memakan uang haram itu seperti makan ulat tapi rasa spageti, ia tertipu oleh obsesinya sendiri.

Tipe orang cerdas dalam bekerja itu wajahnya selalu berseri-seri dan hanya bekerja sedikit tapi hasilnya banyak, sebab yang dia cari adalah keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’aala. Di akhirat kelak mereka akan ditempatkan di surga yang tinggi. Orang cerdas itu bisa dilihat dari cara dia menyikapi pekerjaannya dan reward yang dia dapatkan dari pekerjaannya. Orang cerdas itu menggunakan dunia sebagai sarana mendapatkan akhirat.

Orang yang paling capek di dunia ini adalah orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari dunia dan melupakan akhirat, ketika mau meninggal pun mereka capek mencari orang yang mau memakai hartanya untuk kebaikan yang bisa menyelamatkannya di padang mahsyar kelak. Orang bisa demikian karena tidak pernah mendapatkan ilmu membuka langit, yang dia tahu hanya ilmu mengebor bumi. Untuk itu, selain mempelajari ilmu mengebor bumi mempelajari ilmu membuka pintu langit jauh lebih penting, agar kerja tidak hanya letih tapi mendapatkan berkah yang melimpah dari langit.

Sumber rezeki yang sesungguhnya bukan di kantor dan di bank tapi di tempat sujud. Sujud, istigfar, bertasbih, dan berinfak adalah bagian dari jurus membuka pintu langit. Maka orang yang cerdas bekerja adalah orang yang faham ilmu langit. Orang cerdas itu bekerja tidak mencari dunia tapi mencari akhirat sehingga tidak hanya bahagia di dunia tapi kebahagiaanya berlanjut sampai akhirat.

Ada tiga prinsip dasar orang cerdas dalam bekerja sehingga mendapatkan keberkahan di dunia dan meraih kebahagiaan di akhirat, yaitu:

Pertama, jika ingin hubunganmu baik dengan manusia maka perbaiki saja hubunganmu dengan Allah, maka Dia akan memperbaiki hubunganmu dengan manusia.

Kedua, perbaiki sisi dalammu dengan kesucian maka Allah akan memperbaiki sisi luarmu dengan kemuliaan.

Ketiga, prioritaskan kepentingan akhirat maka Allah akan mencukupkan kebutuhan duniamu dan dibahagiakan akhiratmu. *Dinukuil dari tausiyah KH Bachtiar Nasir.

Sebarkan Kebaikan!