Artikel

Hukum berobat dengan Urin Unta

Para ulama yang berpendapat tentang kesucian urin unta sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, maka tentunya dalam masalah ini mereka membolehkannya dalam menggunakannya sebagai obat. Adapun ulama yang menghukumi najisnya air unta, yang dalam hal ini ulama-ulama madzhab Syafi’i, mayoritas membolehkannya jika dengan tujuan berobat dan dalam kondisi yang membutuhkannya, dengan berdasarkan hadits-hadits yang sudah dijelaskan di atas.
Imam Nawawi berkata :

إذَا اُضْطُرَّ إلَى شُرْبِ الدَّمِ أَوْ الْبَوْلِ أَوْ غَيْرِهِمَا مِنْ النَّجَاسَاتِ الْمَائِعَةِ غَيْرِ الْمُسْكِرِ جَازَ لَهُ شُرْبُهُ بِلَا خِلَافٍ

Jika terpaksa minum darah dan kencing atau yang lainnya seperti sesuatu yang najis dalam bentuk cair yang tidak memabukkan, maka boleh meminumnya tanpa ada perbedaan di kalangan ulama.

(وَأَمَّا) التَّدَاوِي بِالنَّجَاسَاتِ غَيْرِ الْخَمْرِ فَهُوَ جَائِزٌ سَوَاءٌ فِيهِ جَمِيعُ النَّجَاسَاتِ غَيْرُ الْمُسْكِرِ هَذَا هُوَ الْمَذْهَبُ وَالْمَنْصُوصُ وَبِهِ قَطَعَ الْجُمْهُورُ

Adapun berobat dengan sesuatu yang najis selain khamer, maka hal tersebut diperbolehkan. Ini berlaku untuk semua jenis najis yang tidak memabukkan, dan inilah madzhab (syafi’i), yang manshush, dan sudah ditetapkan oleh mayoritas ulama.

Kesimpulan :
Dari Uraian di atas, maka hukum air kencing unta, menurut sebagian madzhab Hanafi, mayoritas Madzhab Maliki dan Hanbali, adalah suci dan boleh dikonsumsi. Sedangkan jika dipergunakan untuk berobat, maka mayoritas ulama dari Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali adalah diperbolehkan. Wallahu a’lam bis shawab.

__________
Sumber:
1. Al-Majmu’, juz 9 hal 50, al-Hawi al-Kabir, juz 2 hal 251, al-Wasiith fil Madzhab, juz 1 hal 156

2. Al-Majmu’, juz 9, hal 50.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close