ArtikelTadabbur
Trending

Hawariyyun: Sahabat Pilihan untuk Manusia Pilihan

PERJALANAN dakwah penuh ujian yang harus dilewati dengan hati bersih; fitnah keji, pembunuhan karakter, persekusi, penjara, sampai pada eksekusi mati. Tapi, Allah selalu mengirimkan sahabat setia kepada orang yang konsisten menyeru manusia untuk mendekat kepada-Nya. Sahabat setia inilah yang akan memberi dukungan, tak peduli senang maupun susah. Seperti kisah Nabi Isa As. yang digambarkan dalam surat Ali Imran ayat 52;

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

  • Tafsir Jalalain

(Maka tatkala diketahui oleh Isa kekafiran mereka) dan mereka bermaksud hendak membunuhnya (katanya, “Siapakah yang bersedia menjadi pembela-pembela aku) penolong-penolong aku (kepada Allah.”) untuk menegakkan agama-Nya? (Berkata orang-orang Hawari, “Kamilah pembela-pembela Allah) artinya penolong-penolong agama-Nya dan mereka ini ialah teman-teman dekat Isa dan yang mula-mula beriman kepadanya. Jumlah mereka 12 orang, dan ‘hawari’ itu asalnya dari kata-kata ‘hur’ yang berarti putih bersih. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang yang pendek-pendek dan selalu memakai pakaian putih (Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah) wahai Isa (bahwa kami orang-orang Islam).

  • Tadabbur

“Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” tanya Nabi Isa kepada kaumnya saat mengetahui adanya pengingkaran Bani Israil atas dirinya.

Karakter Hawariyyun (sahabat setia Nabi Isa) terlihat jelas dalam ayat di atas. Kesetiaan dan kesiapan mereka untuk menjadi penolong agama Allah bukan basa-basi. Pembelaan itu tidak hanya saat pembawa risalah kebenaran berada dalam keadaan senang, tetapi tetap setia saat dalam keadaan susah. “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

Inti pesan dari statmen hawariyyun adalah “Kami penolong agama Allah”. Mereka adalah orang yang tawadhu dan pemberani. Pemberani tapi tidak memamerkan amal kebaikan mereka. Seumpama orang yang berjalan di atas padang pasir, langkahnya tidak terdengar namun berbekas.

Karakter mereka sangat kuat; loyalitas dan totalitasnya hanya kepada Allah. Jika yang dihina adalah pribadi mereka akan bersabar, tapi jika yang diserang adalah agama-Nya maka mereka siap membela walau nyawa menjadi taruhan. Tak hanya totalitas, mereka juga mendeklarasikan keimanannya.

Allah mengirimkan hawariy kepada para nabi bukan berarti mereka lemah. Para nabi adalah manusia pemberani. Mereka tidak pernah menghiraukan jika diancam dibunuh oleh musuh, namun tetap di jalan Allah apapun resikonya. Mereka tidak akan menjilat penguasa dan selalu tegar di jalan-Nya.

Pendeklarasian iman itu membuat mereka tidak congkak, apalagi sombong. Tutur kata mereka tatap sopan santun. Sebab iman adalah keyakinan dalam hati, diikrarkan oleh lisan, dan diamalkan oleh anggota badan.

Al-Qur’an adalah buku manual peradaban. Al-Qur’an tidak hanya memuata sejarah masa lalu, tapi dibalik kisah-kisah yang tercantum dalam al-Qur’an ada bocoran informasi tentang masa kini dan masa depan. Sehingga seseorang yang mendalaminya akan mengetahui masalah dan solusi masa kini dan masa depan. Seperti yang Allah gambarkan dalam ayat di atas. Dalam perjalanan dakwah, kapan pun dan di mana pun, Dia pasti mengirimkan sahabat setia untuk mendukung langkahnya.

Namun ada hal harus direnungi pesan dalam ayat tersebut; Allah akan mengirimkan hawariy hanya kepada pendakwah yang mengajak untuk beriman kepada-Nya. Konsep ini tidak berlaku bagi orang yang menyeru untuk kepentingan individual, organisasi, atau kepentingan seseorang. Totalitas dan loyalitas hanya kepada Allah yang Maha Esa.

Pelajaran penting lainnya dari ayat ini adalah tidak dibenarkan mengikuti perintah orang yang mengajak kepada maksiat kepada Allah. Orang yang mengajak kepada kemaksiatan itu termasuk dalam tipe kufur, sebab dalam ayat di atas menggunakan kata-kata kufur. Loyalitas dan totalitas hanya kepada Allah. *Ditulis dari kajian Tadabbur Kamis Pagi oleh KH Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, 6 September 2018.

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close