NewsSirah
Trending

Harapan Rival

Sigi, Berkah Berjamaah. “Kemarin saat gempa, mama sedang jualan nasi kuning. Langsung lari saja. Cuma bawa apa yang ada di badan.”

Muhammad Rivaldi namanya. Usianya sekitar 10 tahun, kelas 4 SDN 1 Biromaru. Kami bertemu dengannya di posko AQL Peduli dan Berkah Berjamaah, Sigi Biromaru, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

Sore itu di daerah posko saat pembangunan hunian sementara, hanya Rivaldi yang kelihatan anak kecil. Kesepian, tentu saja. Sempat kami bertanya, pengen segera ke sekolah, jawabannya iya.

Trauma, tentu saja. Begitulah pengakuannya. Tapi yang membuat kami terkejut adalah, apa yang dia lakukan saat gempa.

“Berdoa. Mama ajarkan saya berdoa. Ucapkan Allahu Akbar, sampai gempa berhenti.”

Jawaban yang sederhana dari anak yang masih polos, tapi sungguh penuh makna.

Sudahkah kita mengajarkan keluarga mengingat Allah saat sedih dan bahagia? Saat dapat kabar gembira dan musibah?

Atau akankah kelak kita sempat mengucapkan kalimat Allah ketika mendapatkan hal serupa?

Tak ada yang bisa memastikan. Tapi kabar duka dari saudara harusnya bisa menjadikan pelajaran bagi kita untuk lebih mengingat Allah. Bukan hanya mengingat Allah untuk diri sendiri, tapi juga berjamaah bersama keluarga. Agar kelak, kita bisa masuk surga sekeluarga.

—————————
Salurkan donasi terbaik untuk palu dan Donggala melalui :

Bank Syariah Mandiri
(Kode 451)
7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Informasi dan konfirmasi :
+6281292847019

#BerkahBerjamaah
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close