News
Trending

Hakikat 212

JAKARTA (AQLNEWS)- Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa hakekat tujuan berkumpulnya jutaan umat di Monas adalah kesepakatan batin umat dalam menuntut keadilan untuk Islam dan umat Islam.

“Hakekat tujuan berkumpulnya jutaan umat 212 di Monas adalah ungkapan kesepakatan alam batin umat dalam menuntut keadilan untuk Islam dan umat Islam di Indonesia; tidak boleh ada penistaan agama, penistaan terhadap simbol-simbol Islam, dan tidak boleh ada ketidak adilan di atas bumi serta diskriminasi,” ungkapnya gedung AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12).

Umat Islam datang ke Reuni Akbar Mujahid 212 (2/12/18) kemarin, lanjut beliau, bukan karena tokoh tertentu atau lembaga tertentu. Coba sejenak kita berfikir, apa yang menggerakkan jutaan hati umat Islam untuk datang ke Monas? Rela mengorbankan harta, datang dengan penuh semangat, penuh keteduhan, dan penuh kasih sayang. Apalagi kalau bukan rindu persatuan, keadilan, dan hendak mensyiarkan bahwa Islam itu indah dan mencintai perdamaian.

Seringkali istilah radikal, intoleran, atau bahkan teroris dihujamkan kepada umat Islam. Rasa tersakiti akibat hujaman itu selalu menjadi bayang dan tidak tahu harus diungkapkan kemana. Sehingga pada saat ada momen persatuan umat, mereka berbondong-bondong untuk mengungkapkan unek-uneknya yang terpendam.

Cukup Reuni Akbar Mujahid 212 menjadi bukti bahwa umat Islam bukan perusak negeri, sehingga tak perlu dicurigai. Umat Islam bukan radikal sebab senyum mereka merona bak bunga di musim semi, bahkan rumput pun tak ada yang diinjak. Umat Islam bukan teroris sebab di dalam hati mereka terhampar kasih sayang bagi siapa saja; entah ia miskin, kaya, tua, muda, atau bahkan non-muslim sekalipun.

Umat Islam rindu untuk bersatu. Umat Islam sudah lelah untuk berpecah-belah dan lelah diadu domba. Islam itu indah dan umatnya mencintai kedamaian dan perdamaian. Mereka datang untuk mengaplikasian keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Momentum 212 adalah aset bangsa serta karunia dari Allah Swt. bagi siapapun yang ingin mendapatkan hikmah dari kejadian ini.

Lalu bagaimana ke depannya? Energi positif 212 yang sangat besar ini tidak boleh berhenti pada kepentingan kecil dan sesaat saja. Momen 212 harus kita jadikan hari menuntut keadilan, menegakkan keadilan, dan pesan perdamaian dari Indonesia untuk dunia.
Sudah saatnya dunia melihat bahwa umat Islam di Indonesia tak hanya mayoritas secara kuantitafi, tapi juga kualitatif.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close