Habib Rizieq Bersyukur Dialog GNPF-Presiden Terlaksana

JAKARTA (AQLNEWS) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyatakan bahwa dialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan gagasan baru melainkan sudah lama digagas namun baru bisa terealisasi.

Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis mengatakan, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bersyukur dengan terlaksananya dialog antara pimpinan GNPF dan Presiden Jokowi karena memang itulah yang diharapkan. “Habib Rizieq sangat serius untuk dialog (GNPF dan Presiden). Ini karakater Habib Rizieq. Beliau ingin sebelum ribut-ribut, dialog dulu. Itu karakter Habib Rizieq sejak 20 tahun lalu. Ajaran agama juga begitu. Selama dialog bisa, sekecil apa pun celahnya harus dilakukan untuk kedamaian,” katanya saat mendampingi Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir dalam jumpa pers mengenai pertemuan Tim 7 GNPF MUI dengan Presiden di Istana Kepresidenan. Pimpinan GNPF menggelar jumpa pers, Selasa (27/6/2017), untuk meluruskan framing pemberitaan sejumlah media yang memancing kegaduhan baru di kalangan umat terkait pertemuan tersebut.

Menurut KH Sobri, Habib Rizieq saat ini berada di Yaman. “Di Yaman sangat senang dan Habib Rizieq selalu memantau kondisi dalam negeri. Kita juga laporkan pertemuan dengan Presiden. Tidak ada yang putus (komunikasi) dengan Habib Rizieq. Tidak ada satu pun pertemuan yang tidak dikoordinasikan,” katanya.

Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir mengatakan, seandainya terjadi komunikasi yang baik antara GNPF dan Presiden, kesenjangan komunikasi kedua pihak tidak berlarut-larut. Itu juga diakui oleh Presiden Joko Widodo saat menerima delegasi GNPF MUI di Istana Kepresidenan, Ahad (25/6/2017). Dalam pengamatan KH Bachtiar Nasir, Presiden Jokowi mengulangi pernyataan tersebut hingga tiga kali.

Saat ditanya wartawan mengenai terjadinya miskomunikasi tersebut, KH Bachtiar Nasir mengindikasikan bahwa dalam beberapa kali pertemuan antara Presiden dengan ulama, namanya selalu dicoret. Siapa yang mencoret? “Saya tidak tahu kenapa terjadi. Dalam beberapa kali pertemuan, nama kami dimasukkan, tapi dicoret, saya merasakan itu (terjadi) selama dua kali,” kata Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan MUI ini di AQL Islamic Center, Jakarta.

Anggota Dewan Pembina GNPF MUI Yusuf Marta menambahkan, sejak Aksi 411 sampai sekarang, GNPF memang menginginkan dialog. Namun, pintu dialog dengan Presiden Jokowi baru terbuka lebar. “Dengan dialog ini, Presiden menerima informasi proporsional, untuk kebaikan bangsa dan agar negara tak tercabik-cabik,” katanya. *azh

Sebarkan Kebaikan!