KH Bachtiar Nasir: Islam Akan Bangkit Kalau Ekonomi Ummat Maju

CIKARANG (AQLNEWS) – Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah sudah memenuhi syarat untuk menjadi negara maju. Terlebih lagi jika umat Islam sebagai penduduk mayoritas memegang peran-peran penting dalam sistem perekonomianf. Kebangkitan bangsa akan melejit bersamaan dengan kebangkitan Islam.

Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir mengatakan, syarat untuk bangkit sudah ada. Tinggal bagaimana usaha umat Islam menggerakkan sektor-sektor perekonomian dan tidak menjadi penonton di negerinya sendiri. Jika ekonomi umat kuat, maka kebangkitan Islam akan segera terlihat dan menjadi fajar kebangkitan Islam di dunia.

“Karena Islam tidak akan bangkit kalau umatnya masih malas serta tidak mau menjadi pengusaha,” ungkap KH Bachtiar Nasir di Masjid Riyadhus Sholihin, Cikarang Timur, Bekasi, Ahad, (5/3/17).

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat itu hadir sebagai pembicara utama pada acara Tablig Akbar dengan tema, “Persatuan Ekonomi Umat Menuju Kebangkitan Islam” yang diselenggarakan oleh FORKAMMI bekerja sama dengan DKM mesjid Riyadhus Sholihin, Cikarang.

Menurut dia, Aksi 212 yang mengukir sejarah indah dalam peradaban manusia memaksa umat Islam untuk bersatu. Persatuan itu adalah modal yang paling utama dalam kebangkitan Islam dan membangun peradaban yang berdasarkan nilai-nilai al-Qur’an dan as-Sunnah.

Dia menekankan, ciri-ciri umat Islam itu cinta perdamaian, persaudaraan, dan persatuan. “Sehingga bisa menjadi cikal-bakal kebangkitan perekonomian Islam. Pemuda harus bermental wirausaha sehingga lahirlah Abdurahman bin Auf di abad ini,” katanya.

Jika ditilik jauh ke belakang dalam sejarah Islam, para sahabat bukanlah orang-orang miskin. Mereka adalah pekerja keras dan tidak mau menjadi tangan di bawah. Suatu saat Abdurrahman bin Auf ditawari harta, kebun bahkan istri oleh saudara ansarnya. “Namun beliau hanya menjawab, semoga Allah memberkahi kebunmu, harta dan istrimu. Tunjukkan saja kepada saya di mana pasar Madinah,” katanya.

Abdurrahman bin Auf datang dengan tangan kosong alias tanpa modal sama sekali. Awalnya dia hanya menjadi kuli angkut sehingga kemudian hari beliau tercatat sebagai sahabat yang terkaya lagi dermawan.

Lain lagi dengan Usman bin Affan yang kembali dari Syam membawa harta yang banyak dari hasil perdagangan. “Semua harta itu diinfakkan hanya karena beliau mengetahui kalau Rasulullah SAW mengatakan, Usman bin Affan adalah salah sahabat yang dijamin masuk surga,” kata pengasuh Pondok Pesantren AQL Islamic School Jonggol, Jawa Barat ini.

Karenanya, dia menegaskan, jika ingin umat Islam bangkit, mulailah membangkitkan ekonomi. “Ekonomi yang kuat harus dibarengi dengan tangan di atas,” katanya.

Reporter: Muhajir/ Editor: Azhar Az

Sebarkan Kebaikan!