GNPF MUI Hormati Langkah Ahok Menempuh Jalur Hukum

JAKARTA (AQLNEWS) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menghormati langkah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menempuh jalur hukum atas vonis dua tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kamipun sudah bersiap untuk bisa menerima dan memaafkan. Kita menginginkan kedamaian dan sama sekali tidak ingin ada perang saudara. Kita harus bersandar kepada Allah SWT dalam segala hal, kita punya keinginan, mereka pun punya keinginan, dan Allah juga punya keinginan. Tetapi, keinginan Allah-lah yang pasti terwujud,” kata Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir didampingi Tim Advokat GNPF-MUI Dr Kapitra Ampera usai konferensi pers di AQL Islamic Center, Rabu (10/5/17).

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini berharap semua elemen bangsa sebagai warga negara harus taat hukum. Mengenai perbedaan pendapat dan persepsi, semuanya harus dijalani berdasarkan konstitusi. Kalau ternyata putusan majelis hakim tidak bisa diterima, ada jalur hukum yang dijamin konstitusi. Begitu juga dengan GNPF MUI, semua langkah dan kegiatannya selama ini selalu mengacu pada konstitusi dan perundang-undangan yang mengatur warga negara. Karenanya, empat hari sebelum sidang putusan kasus penodaan agama, GNPF MUI menggelar Aksi Simpatik di Masjid Istiqlal dan berikrar untuk menghormati apa pun keputusan hakim. Aksi itu menjadi aksi penutup dalam mengawal penegakan hukum dalam kasus penodaan agama.

“Saya juga senang mendengar kalau Pak Ahok ingin banding dan silakan gunakan hak konstitusionalnya. Mudah-mudahan ada jalan terbaik setelah ini,” katanya.

Kepada seluruh pendukung Ahok yang berunjuk rasa hendaknya dilakukan secara damai, bersih, aman, dan tertib. “Kami juga tidak menghendaki sahabat-sahabat sebangsa kita terperosok kepada anarkisme. Tetaplah berjuang lewat jalur hukum dan aksi-aksi yang dijamin konstitusi,” katanya.

KH Bachtiar Nasir juga berpesan kepada umat Islam agar menerima apapun putusan majelis hakim. “Karena kita semua percaya takdir, setelah kita berdoa kemudian mengerahkan banyak sekali potensi umat maka Allah menjawabanya di tanggal 9 Mei kemarin. Alhamdulillah umat Islam bisa menerima, walau secara yurispudensi seharusnya penista agama dihukum seberat-beratnya, katakanlah 5 tahun. Tetapi, majelis hakim akhirnya memutuskan 2 tahun penjara. Selaku Ketua GNPF MUI saya mengajak semua elemen umat untuk menerima apapun putusan hakim jika kita termasuk anak bangsa yang menginginkan tegaknya keadilan. Inilah yang terbaik,” katanya. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!