Esensi Berqurban

JAKARTA (AQLNEWS)- Momen idul adha identik dengan menyembelih hewan qurban. Akan tetapi, apakah selama ini kita sudah mengetahui esensi berqurban itu sendiri? Pimpinan ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, KH Bachtiar Nasir memberikan penjelasan hakikat berqurban, agar tidak hanya sekedar memotong hewan saja, tetapi bisa memasuki makna yang tersirat dari darah yang dipancarakan pada hari adha itu. kamis (31/8/17)

“Esensi berqurban adalah melepaskan semua yang dicinta untuk mencintai yang berhak untuk dicinta yaitu Allah SWT sebagai sumber segala cinta, Hal itu terimplementasi dalam konteks vertikal dan horisontal. Ketika kita berqurban ibarat mengorbankan semua yang kita cintai karena Allah SWT”, ucapnya seperti dilansir dalam vidio yang diunggah https://www.facebook.com/AQL.Islamic.Center/?fref=ts

Dalam vidio yang berdurasi 2.53 menit itu, pimpinan AQL Islamic Center menjelaskan, bahwa Allah tidak menginginkan daging dan darah dari hewan qurban, tapi berqurban itu lebih kepada ujian ketakwaan seseorang.

“Allah tidak menginginkan daging dan darah hewan qurban kita, yang Dia inginkan adalah ketakwaan kita kepada-Nya secara totalitas. Sebagai anak bangsa, berqurban berarti bertakwa hanya kepada Allah Tuhan yang maha esa seperti dalam sila pertama”, ungkapnya

“Secara horisontal, daging hewan qurban bermanfaat untuk orang sekitar agar jangan sampai ada orang miskin di sekitar kita yang tidak pernah merasakan nikmatnya memakan daging. Inilah esensi kedua secara horisontal dimana rasa sosial kita sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan orang-orang yang berada di sekitar kita”, sambungnya

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal fatwa Majlis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu menegaskan, bahwa kehormatan seseorang tidak dinilai dari jabatan dan jumlah hartanya, tapi ketakwaanya kepada Allah SWT.

 

“Ukuran kehormatan bukan pada tinggi dan rendahnya jabatan dan bukan pada banyak dan sedikitnya harta, tapi ukuran kehormatan seseorang yaitu ketakwaannya kepada Allah dan manfaatnya kepada manusia. disinilah dua esensi berqurban itu bertemu, ketakwaan secara vertikel dan kemanfaatan kepada sesama secara horisontal”, jelasnya

 

“Dalam konteks berbangsa dan bernegara, saya kira ini adalah satu jalan untuk menuju satu kesatuan yang sesungguhnya. Dalam konteks beragama inilah ukhuwah Islamiyah, yaitu ukhuwah yang didasari oleh ketuhanan yang maha esa yang kuat dan ukhuwah berdasarakan jiwa sosial yang kuat,” lanjutnya

“Semoga di hari adha ini kita merdeka, merdeka dari berbagai bentuk penghambaan, secara vertikal tidak ada yang kita sembah selain Allah SWT dan secara horisontal tidak ada yang kita cintai kecuali untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya”. Katanya

Sebarkan Kebaikan!