Diskusi RUU KUHP, Ini Rekomendasi MIUMI

JAKARTA (AQLNEWS)- Dalam menanggapi dugaan intervensi sejumlah duta besar negara Uni Eropa terhadap pembahasan RKUHP,  MIUMI mengadakan diskusi untuk merumuskan revisi undang-undang (RUU) RKUHP terkait masalah keumatan. AQL Islamic Center, Tebet Utara I No.40, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Diskusi diikuti oleh perwakilan MIUMI dan ormas lain dari DKl Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Medan, Sulawesi Selatan, Bukittinggi, Madura dan lain Iain. Menghadirkan sebagai narasumber Bapak Arsul Sani, S.H., M.Si., Anggota Komisi ||| DPR RI, Ibu Neng Djubaedah, SH., MH. Dosen Hukum Universitas Indonesia, dan Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si. Guru Besar bidang Ketahanan Keluarga Institut Pertanian Bogor.

KH Bachtiar Nasir bersama tokoh Iainnya KH Maksum (Ponpes Al lshlah Bondowoso), Ustadz Abu Jibriel (MMI), Nurdiati Akma (PP Aisyiyah), Rita Soebagio (AILA Indonesia), memberikan pernyataan sikap melalui Press Conference (Siaran Pers). Lima rekomendasi yang di bacakan langsung oleh Ustadz Bachtiar Nasir selaku Sekjen MIUMI adalah:

  1. Mendesak Presiden dan DPR untuk menolak intervensi asing berkaitan dengan RKUHP demi harga diri bangsa Indonesia dan kedaulatan hukum nasional.

 

  1. Mendukung perluasan makna beberapa pasal dalam RKUHP terkait perzinaan, perkosaan, dan perbuatan cabul sesama jenis.

 

  1. Mendorong koordinasi dan konsolidasi antar wakii rakyat di DPR demi menjaga ideologi bangsa Indonesia (Pancasila).

 

  1. Menghimbau umat Islam dan seluruh umat beragama untuk siap siaga menyambut seruan Ulama dan pemuka agama masing masing untuk membela hak-hak, nilai nilai dan kedaulatan bangsa Indonesia.

 

  1. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk ikut mengawal proses perjuangan Iegislasi Nasional demi terwujudnya KUHP yang sesuai dengan PancasiIa dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

*Gubahan M

Sebarkan Kebaikan!