News

Damai Bertasbih Di Sanggau

KH. Bachtiar Nasir hadir di Masjid Al Ittihad, Meliau Sanggau, Kalbar, Ahad 8 oktober 2017. Dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1439 H. Beliau pun mengajak empat ribuan jamaah yang hadir untuk memperkokoh toleransi berlandaskan aqidah Islam menuju masyarakat madani. Acara ini terlaksana atas kerjasama badan kontak majelis taklim (BKMT) Sanggau dan AQL Islamic Center Jakarta. Berikut diantara catatan penting taushiah beliau.***

Aqidah adalah ikatan. Aqidah adalah sistem nilai yang mengikat keyakinan seseorang kepada Rabbnya dalam diri seseorang. Lalu apa itu toleransi? Toleransi adalah sifat atau sikap toleran dua kelompok yang saling berbeda budaya kepercayaan itu saling berhubungan dengan baik. Toleransi yang paling tinggi ada dalam QS. Al Kafirun. 

Orang yang tidak siap berbeda berarti tidak siap lahir ke dunia. Karena perbedaan telah ada sejak kita semua belum lahir. Dan akidah Islam sudah sangatlah jelas.

لا أعبد ما تعبدون ولا أنتم عابدون ما أعبد

“Saya tidak akan menyembah (objek) apa yang kalian sembah. Dan kalian tidak pula menyembah apa yang saya sembah.”

Jadi ada dua batasan perbedaan Islam dalam Surat Al kafirun yaitu, Objek dan cara menyembahnya. Oleh karenanya batas batas aqidah tidak boleh dicampur adukkan. 

Dalam prakteknya aqidah harus menyatu dengan akhlak. Sebagai contoh salah seorang muslim Indonesia yang dipercaya oleh Bos Perusahan sandal dan sepatu terkenal asal inggris suatu ketika mengundang muslim tsb utk hadir ke inggris.

Dalam perjalanannya saat dijemput dari bandara menuju tempat meeting, muslim asal indonesia ini yang juga merupakan salah seorang ustadz alumni pesantren gontor, meminta izin utk singgah di masjid karena harus melaksanakan shalat tepat waktu. Dengan menitip pesan agar bosnya meninggalkan beliau dan akan bertemu kembali di tempat meeting tepat waktu.

Alhasil rupanya sang bos masih tetap menanti sang ust selesai melaksanakan ibadahnya. Saat sang ust kembali masuk mobil, bosnya asal Inggris ini mengomentari apa yang barusan beliau lakukan. “Keyakinan saya utk mempercayai bapak (sang Ust) memegang anak perusahaan kami di Indonesia semakin bertambah. Karena ada kesan mendalam hari ini yang saya dapat dari anda. Untuk Tuhan yang tak terlihat saja anda begitu taat, lalu bagaimana lagi dengan saya. Pastinya anda akan taat pula. Maka saya sangat percaya dengan anda.

Dunia harus belajar toleransi dari Indonesia dan Indonesia harus benar benar menjadi contoh dalam toleransi dari jakarta sampai Sanggau (kalbar). Umat Islam indonesia harus menjadi teladan toleransi bagi seluruh dunia.

Di akhir acara ini, ada pemandangan indah nan sejuk, dimana KH Bachtiar Nasir setelah menutup taushiahnya, beliau turun untuk bersalaman bahkan mengalungkan hadiah surban teruntuk Bpk. Yohanes Ontot Wakil Bupati Sanggau Kalbar. Keduanya lalu ke atas panggung untuk saling bergandeng tangan lambang persatuan dan menjunjung toleransi. Serentak disambut pekikan takbir tiga-empat ribuan jamaah; Allahu Akbar!!!

Sebarkan Kebaikan!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close