Dalam Dekapan Al-Qur’an

MARI menghempaskan diri dalam Al-Qur’an. Mari menata hati kita, benahi niat kita. Boleh memasang target dalam hidup ini, seberapa besar target yang ingin dicapai? Tapi ingat, target yang paling tepat adalah menyisir belantara dunia dalam rahmat dan ridha-Nya. Dunia dan kemewahannya hanya target sementara. Kemuliaan dengan segala perangkatnya pasti lenyap seiring kepergian ruh ke alam yang sesungguhnya.

Buatlah target yang diajarkan Rasulullah SAW. Ada dua amalan jika itu dilakukan akan membuat iri semua makhluk di bumi ini. Karena kebaikan, sifat iri akhirnya dibolehkan terutama dua perkara yang dianjurkan Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah. Pertama, seseorang yang diberikan kepada Al-Qur’an, lalu dia membacanya siang dan malam. Kedua, seseorang yang diberikan harta oleh Allah SWT, kemudian dia infakkan di jalan kebenaran.

Inilah dua kompetisi yang mulia di sisi Allah. Merugilah umat yang tahu Al-Qur’an tetapi tidak meyakini dan membacanya. Lalu Allah memberikan kenikmatan bagi yang memahami dan mengamalkannya. Sebuah rezeki paling besar di sisi-Nya karena dengannya ada keberkahan hidup. Orang lain pun ketiban berkah baik keluarga maupun lingkungan lantaran bacaan Al-Qur’an.

Yang kedua, harta hanyalah titipan. Harta menjadi tuan bagi pemiliknya jika hanya disimpan dan pemiliknya tidak lebih sebagai tawanan yang harus menjaganya 24 jam. Ia akan habis dan usang jika hanya dimakan dan dipakai sendiri. Ia tidak akan habis selama-lamanya dan menjadikan tuannya sebagai pemilik sesungguhnya jika dibelanjakan secukupnya untuk diri sendiri lalu diinfakkan di jalan-Nya.

Al-Qur’an dan harta adalah dua jalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Yaitu dengan mendekat pada Al-qur’an sehingga Al-Qur’an akan mendekapmu. Lalu harta, dilepas melalui infak sehingga rezeki akan terus mengalir dan mendekatimu. Jangan dibalik, melepas Al-Qur’an lalu mendekap harta seerat mungkin. Karena Al-Qur’an tidak bisa bersatu dalam jiwa orang pelit. Pelit jiwanya kepada Al-Qur’an dan pelit dalam hartanya untuk berbagi.

Orang yang berada dalam dekapan Al-Qur’an, ia tidak hanya diberi jalan kebaikan, petunjuk, dan solusi, tetapi Al-Qur’an akan menjaga kita dari ambisi dan hawa nafsu. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pembuka tabir rahasia alam serta pembuka pundi-pundi rezeki dan keberkahan dunia. Pekerjaan dan segala urusan pasti dimudahkan karena ia adalah jalan untuk meminta pertolongan Allah dan sungguh mudah bagi-Nya menaklukkan dunia dan seisinya. Mintalah niscaya Allah pasti akan memberimu.

Jangan mengaku sibuk, apalagi gara-gara duduk sebagai pimpinan, kalau belum baca Qur’an setiap hari. Yang membuat Anda sibuk adalah ketiadaan Al-Qur’an dalam dada dan jiwa. Yang membuat Anda sibuk adalah ambisi mengumpulkan harta tetapi lupa berbagi kepada orang-orang yang berhak dari rezeki yang dikaruniakan Allah kepadamu. Selengkapnya, baca buku Masuk Surga Sekeluarga, karya KH Bachtiar Nasir. 

Sumber: Buku Masuk Surga Sekeluarga

Harga : Rp125.000

Penerbit AQL Pustaka

CP Pemesanan : 081288221488

Sebarkan Kebaikan!