Ciri orang yang Mati Tapi Menganiyaya Diri Sendiri

JAKARTA (AQLNEWS) –  “Jika ingin tau cara kita mati maka lihat cara hidup kita dan bagaimana cara mati maka demikian cara dibangkitkan untuk menghadapAllah subhana wa ta’aala serta bersama siapa kita mati, bersama dia kita dibangkitkan di hadapan-Nya. Maka hati-hati memilih cara hidup dan hati-hati menentukan jalan hidup” kata Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Nururrohmah Pademangan Barat, Pamedangan, Jakarta, Rabu malam, (4/10/17)

Tabligh Akbar untuk memperingati tahun baru Islam 1439 dengan mengambil tema “Sedetik untuk setitik kebaikan”, KH Bachtiar Nasir menyebut bahwa, “Ada orang yang mati tapi menganiyaya dirinya sendiri akibat tidak berhijrah”, jelasnya

Pendiri Pondok Pesantren Ar-Rahman Qur’anic College (AQC) itu menyandarkan pernyataannya pada surat an-Nisa ayat 97, “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”

Menurutnya, ayat ini adalah salah satu mukjizat al-Qur’an karena memperbicarakan orang yang sudah mati sebagai bocoran dari alam yang sudah tertabiri dan tidak akan pernah bisa dikunjungi. “Ayat ini menggambarkan dialog antara malaikat dan jenazah yang digambarkan kepada manusia yang masih hidup”, katanya

“Malaikat terheran-heran dengan orang yang mati dalam keadaan demikian (mati tapi menganiyaya diri-sendiri). Sehingga ditanya oleh malaikat, kenapa mati dalam keadaan seperti itu”, jelasnya

Seseorang bisa mengetahui cara dia mati lewat cara dia hidup. Namun, tidak hanya sampai pada fase itu, bagaimana cara mati maka demikian pula cara ketika dibangkitkan di hadapan Allah. Lebih jauh KH Bachtiar menjelaskan bahwa, “Bersama siapa kita mati, bersama dia kita dibangkitkan. Maka hati-hati memilih cara hidup dan hati-hati menentikan jalan hidup”

Dia melanjutkan, “Hati-hati memilih karir dan hati-hati mencarikan sekolah buat anak-anak, karena ilmu anak itu akan membentuk karakternya, karakter akan membentuk gaya hidupnya, dan gaya hidupnya akan menentukan cara matinya, cara matinya akan menentukan cara dia dibangkitakan dan menghadap kepada Allah”, jelasnya

Di dalam surat an-Nisa ayat 97 itu digambarkan bahwa orang mati tapi menganiyaya diri sendiri itu menjawab, “adalah kami orang yang tertindas di Negeri Mekkah. Lalu dijawab oleh para malaikat. Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu bisa berhijrah?.”

KH Bachtiar kemudian mengajak jamah yang hadir dalam Tabligh Akbar untuk menyingkap makna di balik surat an-Nisa ayat 97 itu, “Orang mati tapi menganiyaya diri sendiri biasanya karena terlalu cinta kepada bapak mereka, anak-anaknya, saudara kandungnya, keluarga besarnya dan harta yang susah dikumpulkan tidak mungkin dengan mudah ditinggalkan, tempat tinggal yang dicintainya”,

Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam sendiri menjelaskan bahwa di akhir zaman ini akan banyak orang yang terjangkiti penyakit Wahn, yaitu cinta dunia tapi takut mati. Sehingga banyak orang yang umurnya sudah habis tapi manfaatnya kepada sesame manusia tidak ada sama sekali. “Tidak ada transfer kegunaan kepada sesamanya yang ada hanya transfer keuanngan, karena yang dia pikirkan hanya dirinya sendiri” Jelas Pimpinan AQL itu.

Sudah menjadi ketentuan bahwa orang yang mati dengan cara demikian maka tempatnya adalah neraka jahannam, tempat terburuk yang pernah diciptakan.

Sebarkan Kebaikan!