AQL InfoArtikelGaleri FotoNews

Cerita Dibalik Balaroa

Palu, Berkah Berjamaah. Kamis, 4 Oktober 2018.

Perjuangan masih sangat panjang. Palu belum kondusif untuk menggelar posko resmi, namun upaya tetap diusahakan. Setiap bencana selalu menyisakan kisah yang memilukan. Kehilangan rumah, keluarga, sahabat, hingga kolega sudah menjadi cerita di setiap bencana. Trauma yang menyerang psikis bagi korban selamat.

Sebut saja namanya Ira, warga lokal yang tinggal di Balaroa. Salah satu kawasan yang paling parah terkena gempa. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Ira terlihat lesu di atap rumahnya yang tertimbun tanah. Mengaku mencari barang yang bisa diselamatkan. Ia juga mengisahkan perihal sahabat karibnya yang hingga saat ini belum bisa diketahui keberadaannya. “Teman saya namanya Hilyah, belum tau dia di mana.” Ungkapnya.

Harapan disertai doa mencipta gurat sedih di wajahnya. Memang, di tempat ia berdiri, dulunya adalah Komplek Perumnas Balaroa. Kini hancur karena tanah ambles 3 meter dan terangkat 2 meter saat gempa terjadi.

Ia menganalisa ribuan korban masih tertimbun. Hal itu dibenarkan, rilis BNPB dalam Konferensi persnya, diduga 900 kepala keluarga ikut tertimbun.

Kurang lebih 100 meter dari pinggir kawasan tanah yang amblas, muncul mata air yang kian hari makin bertambah. “Kemarin masih sedikit, tapi sekarang sudah banyak. Kayaknya ini akan jadi danau.” Ucap Herman salah satu korban, yang juga rumahnya tak terlihat lagi.

Herman saat bercerita ke team Berkah Berjamaah dan AQL Peduli mengaku sangat trauma mengingat kejadian tersebut. Ia menuturkan, dirinya sedang berada di dalam rumah. “Saya seperti digulung karpet.” Ucapnya sambil menaikkan pundak sejajar dagunya, dan wajahnya tiba-tiba berubah pucat saat mengingat peristiwa itu.

Di kawasan itu, puluhan mobil bercengkrama dengan reruntuhan. Posisi jalan bergeser hingga 100 meter lebih. Aparat TNI dan relawan kemanusiaan terlihat sibuk mengevakuasi korban meninggal yang bisa dijangkau.

Hingga tulisan ini dibuat, Herman yang masih bersama kami menunjuk ke salah satu runtuhan, bahwa perkiraannya di tempat tersebut ada mayat. Saat mendekat, aroma menyengat tercium. Ah.. semoga saja hanya sapi yang menjadi korban.

Salurkan donasi terbaik untuk Palu dan Donggala melalui :

Bank Syariah Mandiri (kode : 451) 7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Do’a dan kepedulian kita sangat berarti
agar mereka kuat dan sabar menjalani musibah ini.

lnformasi dan konflrmasi : +6281292847019

#BerkahBerjamaah
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close