Cara Mendidik Anak Laki-laki agar Bernyali

TUGAS seorang ayah adalah memberikan asupan nyali kepada anaknya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengatakan, “ajarilah anakmu untuk berkuda, memanah dan bergulat”. Dengan sering mengajak anak untuk olahraga ekstrim maka dengan sendirinya watak tegas itu akan muncul, jadi tidak perlu marah dan bingas di depannya.

Harus ada sistem nilai yang menjadi pegangan dalam rumah kita. Contoh, ayah berpesan kepada anaknya tentang aturan di rumah, jika dilanggar maka pada saat itulah ayah marah atau dengan memberikan kode jika ayah sudah marah, misalnya dengan memanggil namanya secara lengkap. Hal-hal seperti ini perlu untuk disepakati terlebih dahulu, sehingga ke depannya sang anak mudah mengerti jika ayahnya marah dan tidak marah. Tujuannya yang lain juga adalah agar anak mengerti jika yang dia lakukan itu salah atau benar. Perlunya ada kode antara anak dan ayah dilatar belakangi dengan banyaknya kasus yang terjadi di masyarakat. Sering ditemukan ayah marah besar tapi anaknya tidak menganggapnya bahkan cuek, artinya tidak ada impeknya terhadap anak. Maka tanamkanlah sistem nilai di dalam rumah untuk memudahkan pengontrolan.

Banyak sekali contoh yang diperankan oleh ayah tanpa sadar menanamkan nyali kepada anaknya. Misalnya mengatakan kepada anak, “kalau Cuma bisa memanah berarti sama dong dengan yang lain, maka kamu harus jadi sniper” atau “Kalau hanya sekedar bisa berenang berarti sama saja dengan yang lain, maka belajarlah diveng. jika sudah bisa berenang dengan hiu itu baru keren. Karena para divers itu memimpikan berenang bersama hiu”.

Cobalah ajak anak-anak itu bermain dengan permainan yang menantang dan bisa mengubur keKAWEannya. Jangan setiap hari anak hanya diberi game on line yang tidak ada manfaatnya. Seperti Rasulullah menyembelih hewan qurban di depan anak-anak. hal itu dilakukan untuk melatih agar tidak takut melihat darah.

Hal yang terpenting jika ingin mendidik anak bernyali adalah sering ajak untuk bernahi mungkar. Memang beresiko, tapi dari sisi lain nahi munkar pahala besar dan tentu impeknya kepada anak sangat besar. Amar ma’ruf itu memang banyak disenangi, tapi Islam tidak bisa maju jika tidak ada yang menyuarakan nahi mungkar. Maka terahir, katakan pada anak, jika cuma “jago memukul itu belum keren tapi harus jago dipukul”. *Dinukil dari tausiyah KH Bachtiar Nasir

 

Sebarkan Kebaikan!