Berubah Bersama Zaman

PERUBAHAN zaman sudah menjadi sunnatullah. Yang kekal hanyalah sunnatullah, aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, Maha pencipta.

Memasuki abad dua puluh satu, kita dipertemukan dengan fakta, terjadinya lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat.

Para orang tua, ajarilah anak-anakmu untuk hidup di zamannya, karena mereka hidup di zamannya bukan di zamanmu. Mereka adalah generasi yang memang diciptakan dengan zaman yang berbeda dengan kita saat ini. Orang tua, juga generasi yang diciptakan untuk zaman di generasinya. Sehingga secara gaya hidup sangat berbeda.

Ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan. Ulama dulu, hanya membahas fikih seputar jual beli di pasar, bertegur sapa di jalanan, dan lain sebagainya. Pada abad dua puluh satu, sepertinya ulama-ulama kontemporer didorong untuk membuat fikih media sosial (medsos), jual beli online, hukum chatting Ikhwan dan akhwat di media sosial, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Era globalisasi akan terjadi perubahan-perubahan cepat. Dunia akan transparan, terasa sempit, dan seakan tanpa batas.

Hubungan komunikasi, informasi, transportasi menjadikan satu sama lain menjadi dekat, sebagai akibat dari revolusi industri, hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Akibatnya, para guru di lembaga-lembaga pendidikan, para orang tua harus mengembangkan pengetahuannya dalam ilmu pengetahuan dan terus update dengan informasi terkini, kemudian menganalisa wajah zaman di mana anaknya akan hidup, agar ia memberikan pendidikan yang sesuai dan tepat.

Ketika zaman berubah tantangan hidup juga berubah, baik itu tantangan untuk bertahan hidup, tantangan pergaulan, tantangan ilmu pengetahuan, tangan sosial, dan lain-lain. Sehingga, perubahan zaman ini harus disadari dan kita terus mengembangkan cara mendidik kita.

Dulu, kakek kita sangat mudah untuk mendidik anaknya yang nakal, karena kenakalan anaknya juga pernah ia lakukan. Tapi saat ini, kenakalan yang dilakukan oleh remaja sama sekali tidak pernah dilakukan oleh ayah (generasi 70,80, dan 90-an). Misalnya, dulu menggoda kaum hawa hanya bisa di pinggir jalan, tapi sekarang, hanya modal dua jempol dengan pulsa data, seorang anak bisa menembus batas.

Dari mulai masa-masa manusia bertahan hidup dengan cara berburu, kemudian berkembang dengan mulai bercocok tanam, kemudian berkembang lagi dengan mulai pandai mengelolah hasil cocok tanam/ industri.

Seiring perkembangan zaman, berbagai macam teknologi mulai berkembang, seperti ditemukannya mesin dan sekarang masuk masa informasi. Jadi dapat kita lihat, orang yang paling sukses adalah mereka yang paling cepat menguasai informasi hal ini ditandai dengan serba mudahnya kita mendapatkan akses untuk sebuah informasi melalui teknologi digital.

Melihat fenomena ini, masa depan (sangat memungkinkan) pegawai bank akan dikurangi karena tergilas perkembangan teknologi, kasir-kasir akan ditiadakan sebab konsumen membayar dengan menempel kartu di tempat yang disediakan, manusia tidak butuh lagi sopir karena ditemukannya mobil pintar, perpustakaan-perpustakaan akan tutup karena berganti dengan e-perpustakaan dan e-book, bahkan kampus-kampus akan lebih disenangi jika fakultasnya fakultas online.

Belajar dari zaman saat ini, banyak mall besar gulung tikar karena orang mulai beralih ke transaksi online. Anak sekolah lebih senang membaca buku di google books daripada buku manual. Zaman akan berubah.

Semua orang bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, karena pada dasarnya manusia dianuegerahi kecerdasan, ada jutaan sel didalam kepala manusia untuk menopang itu. Bedanya adalah kesungguhan manusia untuk menggunakan otak, padahal semakin sering digunakan maka semakin pintar seseorang, tapi sebaliknya, semakin jarang otak digunakan maka otak akan semakin tumpul.

Sumber ilmu pengetahuan itu ada dalam Islam. Itu dijelaskan dalam banyak ayat dan hadist. Bahkan Allah akan meninggikan orang- orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat, dan sumber kebahagian dunia dan akhirat adalah dengan ilmu pengetahuan. *Tausiyah UBN di Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas, Senin (27/11)

Sebarkan Kebaikan!