Artikel

Bertasbihlah Di Waktu Pagi dan Petang

JIKA mampu berzikir ribuan kali dalam satu waktu, itu masih sedikit. Lalu, bagaimana agar kita bisa berzikir sebanyak-banyaknya, dan apa yang dimaksud dengan berzikir sebanyak-banyaknya?

Berzikirlah sebagaimana zikirnya ulul albab. Allah Swt. berfirman tentang hal ini;

لَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (dan berdo’a), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Ali Imran : 191)

Adalah orang-orang yang senantiasa mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan terbaring. Maknanya adalah Allah selalu ada dalam segenap aktivitasnya. Berdiri, duduk, dan terbaring adalah sebuah ungkapan umumnya aktivitas manusia yang diwakili tiga bentuk tiga gerakan itu.

Yang dimaksud berzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah adalah; ketika tadi pagi kita bisa bangun tidur, beryukur dan yakin bahwa itu karena Allah yang menghidupkan kita kembali setelah dimatikan sebentar. Kalau kita bangun tidur dan bisa buka mata itu karena Allah yang mengizinkan kita pada hari itu, karena di sana banyak orang susah membuka matanya lagi. Kalau kita bisa ke kamar mandi berjalan, itu karena Allah yang lenturkan tulang-belulang kita ini, sehingga kita mudah berjalan, karena di sana ada orang yang sangat sulit untuk berjalan.

Kalau kita mampu membuang air kecil dalam diri kita itu karena Allah mengizinkan, setelah penceranaan mengolah makanan dan memisahkan mana yang baik bagi tubuh dan membuang mana yang buruk bagi tubuh, itu juga karena Allah yang mengizinkan. Lalu kita keluar dari kamar mandi dengan perasaan legah. Ini hanya satu contoh dari sekian banyak Maha Kasih Sayang Allah, sehingga bagi orang beriman ia selalu bersyukur dan bertasbih kepada Allah dalam setiap aktivitasnya.

Kalau begitu, sudah berapa kali kita berzikir pada hari ini? seperti zikirnya ulul albab, “dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (dan berdo’a), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” Bezikir kepada Allah dan bertafakkur ketika melihat alam. Itulah yagn disebut dengan zikir dalam keadaan berdiri, duduk, dan berzikir dalam keadaan terbaring.

Apakah ada aktivitas kita yang tidak ada Allah Swt. di sana? Apakah ada setiap gerak di situ tidak ada andil Allah Swt.? kalau orang mau bersykur, setiap detik ada Allah mungkin dibawah detik juga ada Allah. Selain ada zikir-zikir khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, kita juga seharusnya berzikir sambil bertafakkur, melihat alam sekitar dengan tafakkur.

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلً

Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al Ahzab: 42)

Ada yang menarik dari ayat ini, yaitu kita diperintahkan untuk bertasbih di waktu pagi dan petang. Jika pagi adalah awal kita berkarya, dan sore adalah akhir untuk berkarya dan mencari nafkah. Maka dari ayat ini Allah Swt. mengangjurkan kita semua untuk bertasbih. Jangan bersedih hati, jangan berfikir negatif, dan jangan pesimis, bertasbihlah. Bukankah kita pernah merasakan sedih di pagi hari tapi ceria di siang hari? Betapa banyak orang yang di sore harinya gelisah dan ketakutan menghadapi hari esok, tapi esoknya dia diberi kebahagiaan.

Bertasbihlah, agar apa yang kita lihat di depan mata tidak sesuai dengan yang kita presepsikan sendiri. Bertasbihlah, agar siapapun yang kita hadapi tidak menjadi monster yang dibesar-besarkan dalam fikiran sendiri. Bertasbihlah, berapapun penghasilan kita di sore hari nanti dan berapapun penghasilan kita di akhir bulan nanti, jika banyak tidak seperti yang kita kira dan kalau sedikit juga jangan terlalu kecewa. Karena bagi Allah bisa saja memberikan nilai pada satu nominal dengan cara di luar batas hitungan manusia. bertasbilah di waktu pagi dan petang.

Maha suci Allah dengan segala kesucian-nya. Maha Suci Allah dengan segala ciptaan-Nya yang tak terhitung dan tak terhingga itu. Maha Suci Allah dengan segala keridhaan yang diberikan kepada hamba yang diridahi-Nya. Maha suci Allah dengan segalah hiasan yang menghiasi arsy-Nya yang agung. Maha Suci Allah sejumlah kalimat-kalimat-Nya yang suci.

Salah satu rahasia bertasbih adalah Allah mengampungkan dosa-dosa akibat ketidak kenalan kita kepada-Nya. Karena ada dosa yang diakibatkan oleh ketidak kenalan kita kepada Allah Swt.. Panas, kita mengeluh. macet, kita marah. lapar, kita gelap mata. Kenyang, kita malas dan mengantuk. Untuk itu perbanyaklah tasbih agar dosa-dosa kita diampunkan oleh Allah, karena, manusia memang telah dikondisikan untuk menyenangi perilaku negative. Hal itu sebagai ujian, apakah kita mau bertaubat atau tidak.

Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ. رواه ابن ماجه

Artinya: “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah, no. 4251, dan dihasankan oleh Al-Albani.)

Sesungguhnya manusia itu tempatnya salah, Allah Swt. yang mengatakan itu lewat lisan Rasulullah SAW. Karena kebodohan manusia tentang Allah sehingga siang dan malam ia selalu berbuat salah. Ada matahari mengeluh kepanasa, tidak ada matahari marah-marah karena kegelapan. Jika ingin diampunkan dosa-dosa oleh Allah Swt. akibat ketidak kenalan kita kepada Allah, maka bertasbihlah dan perbanyak zikir kepada-Nya.

Namun ada orang sudah beristigfar, bersedekah, dan bertobat, tapi persoalan hidupnya tidak selesai. Musibah senantiasa mendera dirinya, sebab ada satu yang dia belum bersihkan yaitu kebodohan dia tentang Allah Swt.. Yakni tidak ridha terhadap ketetapan Tuhannya. Tidak ridha terhadap pilihan Tuhannya. Tidak ridha terhadap takdir-takdir yang sudah ditakar oleh Tuhannya. Maka perbanyaklah tasbih untuk menghilangkan ketidak kenalan dan kebodohan kita kepada Allah. Minimal membaca tasbih di bawaj ini setiap pagi dan sore.

سُبْحـانَ اللهِ وَبِحَمْـدِهِ عَدَدَ خَلْـقِه ، وَرِضـا نَفْسِـه ، وَزِنَـةَ عَـرْشِـه ، وَمِـدادَ كَلِمـاتِـه

Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya. sebanyak hitungan makhlukNya, sesuai dengan keredhaan ZatNya, seberat timbangan ‘arasyNya dan sepanjang beberapa kalimahNya.”

(dinukil dari Tausiyah UBN)

*Gubahan M

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close