NewsTausiyah
Trending

Bersyukur Menjadi Muslim

Sebelum Islam dikenal oleh masyarakat Arab mereka bergelimang dalam kesyirikan; menyembah berhala. Begitu berat meninggalkan, begitu sulit merelakan hal tersebut. Karena telah ratusan tahun mereka ada dalam kesyirikan. Apalagi orang-orang yang rakus akan harta dan kekuasaan, menentang ajaran baru tersebut dikarenakan dianggap akan merugikan kedudukan mereka. Sangat-sangat sulit menjadi seorang muslim waktu itu. Dan datanglah cahaya islam yang mulai terbit di dataran Arab menentang kesyirikan, menghapus perbudakan, dan membawa manusia ke dalam cahaya kebenaran.

Tak terkecuali sejarah ideologi Indonesia. Nenek moyang kita mempercayai takhayyul yang sama sekali tidak punya landasan keilmuan. Mereka tidak tahu siapa yang harus disembah, siapa yang harus disyukuri, dan kepada siapa menyerahkan diri. Hingga datang cahaya Islam di negeri ini memberi pencerahan kepada semua orang.

Menjadi seorang muslim adalah anugerah dari Allah Swt., nikmat yang paling besar yang diberikan kepada hamba-hambaNya dan wajib kita syukuri. Pasalnya banyak juga orang yang tidak mendapatkan hidayah untuk menjadi pemeluk agama Islam. Namun, kebanyakan muslim lalai akan rasa syukur ini, rasa syukur telah menjadi seorang muslim. Dan juga mereka telah lupa akan berharganya menjadi muslim.

Salah satu alasan mengapa kita wajib bersyukur atas anugerah Islam ini  adalah Islam satu-satunya agama yang namanya dari Allah Swt., dan agama yang diridhai di sisi-Nya.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 19 disebutkan

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”.

Masih di dalam surat Ali Imran, tepatnya pada ayat 85 juga disebutkan nama Islam sebagai agama yang diterima, adapaun selain Islam pasti akan tertolak:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Islam adalah agama yang namanya secara khusus disebutkan dalam kitab sucinya. Adapun nama agama-agama selain Islam diberikan oleh para pengamat keagamaan atau oleh manusia, seperti agama Yahudi (Judaism), agama Katolik (Chatholicism), agama Protestan (Protestantism), agama Budha (Buddhism), agama Hindu (Hinduism), agama Khonghucu (Confucianism),  agama Shintho (Shintoism) dan sebagainya.

Salain itu, Islam juga mempunyai tokoh teladan abadi yang diutus langsung oleh Allah Swt., yaitu Nabi Muhammad Saw.

Allah Swt. menjelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Hanya umat Islam-lah yang kini tetap memegang teguh konsep ‘uswah hasanah’ terhadap seorang nabi. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, umat Islam berusaha meneladani Nabi Muhammad Saw., karena memang beliau adalah contoh tauladan yang lengkap dan paripurna

Ini adalah nilai lebih menjadi seorang muslim. Kita diajari tata cara bersuci, makan, tidur, berpakaian, hingga tata cara kepemimpinan. Untuk itu, pernahkah kota bersyukur atas nikmat terbesar ini? (Tausiah Subuh Ustaz Bachtiar Nasir di Tasikmalaya, Ahad, (5/818).
*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close