Begini Sikap Seorang Anak Jika Mendapati Ayahnya Kurang Ilmu

KETIKA Ibrahim kecil diminta ayahnya menjual patung sesembahan kepada masyarat kala itu, dia berbakti dan menuruti perintah ayahnya. Akan tetapi, Ibrahim kecil mengikuti penawarannya dengan kata-kata yang menunjukkan bahwa menyembah patung adalah kebodohan dan perbuatan yang sia-sia. Akhirnya, tidak ada satu pun orang yang mau membeli patung yang dijual oleh Ibrahim kecil.

Hikmah yang bisa dari penggalan kisah Nabi Ibrahim ini adalah anak boleh nahi munkar terhadap ayahnya. Namun ada syarat yang harus diperhatikan. Allah subhanahu wa ta’aala berfirman:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

Ada tiga kaidah dari ayat ini.

  • Jika orang tua mengajak kepada kemusyrikan maka anak tidak boleh mentaatinya.

Anak yang mendapati orang tuanya jahiliyah (kafir) dan mengajak kepada kemusyrikan, maka anak berhak untuk tidak taat kepada orang tuanya. Orang tua itu hanya tempatnya dihormati bukan disembah. Artinya, yang wajib diikuti syariatnya sebagai sesembahan hanya Allah subhanahu wa ta’aala dan jika orang tua bertentangan dengan Allah maka anak tidak boleh manaatinya. Ketidak taatan ini bukan durhaka karena perintah Allah.

  • Anak wajib berbuat baik kepada orang tuanya.

Anak tetap wajib berbuat baik kepada orang tuanya walau pun ia menyebalkan. Namun, ayah juga harus tau kenapa ada anak laki-laki yang jadi KAWE dan membenci ayahnya. Salah satu penyebabnya adalah ayah sering berlaku kasar terhadap ibu di hadapan anak sehingga ia membenci kelamin ayah dan penyebab lain adalah pergaulan bebas.

Akan tetapi Seorang anak yang melihat orang tua keadaan seperti itu maka ia harus mengikuti jejak Nabi Ibrahim,yaitu tetap menghormati dan mempergaulinya dengan baik. Selama yang diperintahkan itu perihal keduniaan maka anak harus ikut, tetapi dalam tanda kutip mengikuti hal-hal yang baik saja. Allah SWT berfirman,

“Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

  • Jika tidak mendapatkan teladan baik di rumah maka cari teladan pengganti di luar tanpa melupakan bakti kepada orang tua

mencari teladan di luar maksudnya adalah berguru kepada sosok yang mengajar kepada Allah sebagai tempat kembali. Sebagai langkah awal adalah mempelajari sejarah Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam, sejarah para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam. Tujuan dari mempelajari hal itu adalah agar anak mendapat asupan keayahan dari kisah orang hebat yang pernah ada di muka bumi ini. Namun, anak yang baik tidak melupakan jasa-jasa kedua orang tua. Jika ayah masih jauh dari hidayah maka doakan dan terus ajak agar mau kembali kepada Allah. *DInukil dari kajian tadabbur KH Bachtiar Nasir

Sebarkan Kebaikan!