Begini Cara Daftar Tamasya Al-Maidah

APA itu Tamasya Al-Maidah?

Tamasya Al-Maidah adalah sebuah program pemantauan dan partisipasi publik dari luar Jakarta terhadap proses Pilkada DKI Jakarta. Program ini diinisiasi oleh Gerakan Kemenangan (Gema) Jakarta.

Tamasya Kemana?
Program ini adalah wisata politik bagi warga non-Jakarta yang ingin menyaksikan langsung proses pemungutan suara di semua TPS yang ada di Jakarta. Wisata politik ini tidak untuk mengampanyekan calon melainkan untuk mengawal kepemimpinan muslim di Ibu Kota Negara.

Disambut Sebagai Muhajirin
Pihak Gema Jakarta sudah menyiapkan proses penyambutan peserta Tamasya Al-Maidah yang disebut Muhajirin oleh para relawan dari warga Jakarta selaku Anshar atau tuan rumah. Para Anshar inilah yang akan menemani para Muhajirin selama di lokasi TPS yang telah ditentukan.

Siapa Saja Para Muhajirin Itu?
Para Muhajirin adalah istilah bagi semua peserta Tamasya Al-Maidah. Semua umat Islam dari pelosok Nusantara akan diterima sebagai Muhajirin setelah terdaftar dan mendaftarkan diri melalui aplikasi yang telah disiapkan.

Berikut Cara Mendaftar:
1. Buka Aplikasi Play Store di Handphone Anda!

2.  Klik search atau cari lalu ketik: Tamasya Al Maidah

3. Setelah aplikasi Tamasya AlMaidah muncul di layar HP Anda, segera unduh (download).

4. Anda akan diminta mengisi form pendaftaran dengan kerahasiaan identitas yang terjaga.

5. Isi form yang tersedia lalu save data Anda.

6. Selamat, Anda telah terdaftar. Ikuti instruksi-instruksi selanjutnya. Anda akan diarahkan kemana destinasi Anda selanjutnya setelah tiba di Jakarta.

Landasan Hukum
1. Program Tamasya Al-Maidah yang digalang oleh Gema Jakarta sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2006 dan PKPU Nomor 5 tahun 2015.
2.  Warga berhak mengawasi kerja aparat negara sesuai Pasal 8 dan 9 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.
3. Hak konstitusional warga negara dilindungi undang-undang. Adalah hak konstitusi warga untuk datang kemana saja, termasuk berada di sekitar TPS-TPS di seluruh DKI Jakarta pada tanggal 19 April 2017.
4. Kita ingin Ibu Kota Negara aman dan tenteram. Demokrasi itu bukan siapa yang dipilih. Namun bagaimana memilih pemimpin dengan adil, damai, dan transparan.

Sebarkan Kebaikan!