Bangsa Akan Maju jika Pejabat Takut kepada Allah SWT

BOGOR (AQLNEWS)– Pimpinan AQL Islamic Center dan Dewan Pembina Sahabat Subuh KH Bachtiar Nasir serta Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri acara Sahabat Subuh di Masjid al-Hidayah Bukit Cimanggu City (BCC), Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut Bima Arya, suatu bangsa akan maju ketika para pejabatnya takut kepada Allah SWT.

Dia mengatakan, peperangan antara haq dan bathil tidak pernah selesai selama kiamat belum terjadi. Iblis mendeklarasikan perlawanannya kepada Nabi Adam AS ketika seluruh Malaikat diperintahkan bersujud kepada manusia pertama itu. Hal itu digambarkan dalam al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (QS al-Baqarah:34).

Demekian pula musuh-musuh Islam, mereka tidak akan pernah rela jika Islam jaya di muka bumi ini. Maka dibuatlah berbagai macam isu negatif dan konspurasi busuk yang ditujukan kepada umat Islam seperti terorisme, radikalisme, dan berbagai tuduhan lain.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di sesudah menjelaskan sifat buruk kafir Quraisy dan tujuan mereka dalam memerangi orang-orang beriman menuturkan, “Sifat ini berlaku umum bagi setiap orang kafir, mereka tidak henti-hentinya memerangi golongan di luar mereka sehingga memurtadkan dari agama mereka. Khususnya, Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani yang telah mendirikan organisasi-organisasi, menyebar misionaris, menempatkan para dokter, mendirikan sekolahan-sekolahan untuk menarik umat kepada agama mereka, membuat berbagai propaganda untuk menanamkan keraguan dalam diri mereka akan kebenaran agama mereka (Islam).”

Waki Kota muda ini mengatakan, konon ada seorang Yahudi yang bolak-balik memantau jamaah shalat subuh dan jamaah shalat jumat. Ketika ditanya mengapa ia melakukan itu, Yahudi itu menjawab, karena jika jamaah subuh umat Islam telah menyamai jamaah shalat jumat, maka itu menandakan kebangkitan umat islam.

“Sudah sangat jelas bahwa kaum kafir tidak akan pernah berhenti memushi Islam, maka seyogyanya umat Islam melawan mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT terlebih dahulu,” kata Bima Arya di Masjid al-Hidayah Bukit Cimanggu City (BCC), Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/4/17).

KH Bachtiar Nasir yang juga Ketua GNPF MUI ini menjelaskan, bersyukurlah orang yang mampu shalat subuh berjamaah di masjid karena ia telah dihindarkan dari sifat munafik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما، لأتَوهما ولو حبوًا، ولقد هممتُ أن آمُرَ المؤذِّن فيُقيم، ثم آخُذَ شُعلاً من النار، فأحرِّقَ على من لا يخرج إلى الصلاة بعد

“Tidak ada Shalat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)
Menurut ketua Alumni Universitas Islam Madinah itu, shalat subuh berjamaah di masjid juga akan mendapatkan pahala shalat semalam suntuk jika shalat isyanya juga berjamaah di masjid.

مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)
Hal paling penting adalah mendapatkan jaminan dari Allah SWT.

مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم

“Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim, dari Jundubibn Abdillah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu)
Gerakan subuh adalah sebuah gerakan menapaki kebangkitan Islam. Saat Rasulullah SAW mi’raj ke Sidaratul muntaha ia diperjalankan dari masjid ke masjid. Masjid adalah simbol kebangkitan Islam dan waktu subuh adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. *

Reporter : Muhajir

Editor : Azh Pawennay

Sebarkan Kebaikan!