News

Bagaimana Jika Aku Tidak Mampu Ke Baitul Maqdis?

JAKARTA (AQLNEWS) – Ketua Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ust Ferry Nur dalam Orasi Kemanusiaan “Indonesia Bersatu Bela Palestina” (12/12) mengangkat riwayat tentang Maimunah binti Sa’ad ketika meminta fatwa kepada Rasulullah terkait Baitul Maqdis.

أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Artinya : “Sesunggunya Maimunah pembantu Nabi berkata, “Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis”. Maka Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain”. (HR Ahmad).

Dalam riwayat di atas diceritakan, suatu ketika Maimunah bertanya kepada Rasulullah dan meminta fatwa terkait Al Aqsa. Nabi Menjawab, “tempat dikumpulkanya dan disebarkanya (manusia). Maka datangilah ia dan shalat di dalamnya. Karena shalat di dalamnya seperti shalat 1000 rakaat di selainnya”, jawab Rasulullah.

Akan tetapi, Maimunah kembali bertanya, “Ya Rasulullah! Bagaimana jika aku tidak bisa?”

Nabi kemudian menjawab, “Maka berikanlah minyak untuk peneranganya. Barang siapa yang memberikannya maka seolah ia telah mendatanginya.” (HR. Ibnu Majah)

Ustad Ferry Nur menjelaskan, “Berikan bantuan materi dalam rangka memakmurkanya atau pemeliharaanya”, jelasnya.

“Inilah momentum untuk memberikan harta terbaik kita, untuk pembebasan Masjidil Aqsa. Dan itulah yang dilakukan oleh Umar . Dia tinggalkan kekuasaannya dan menuju Yerussalem untuk menerima kunci Baitul Maqdis dari Uskup pada masa itu” sambungnya.

Dia juga mengajak kepada jamaah agar menjadi hamba Allah, karena menurutnya, yang akan membebaskan Al Aqsa bukan hamba syahwat dan bukan hamba dinar. “Yang akan membebaskan Al Aqsa hanya Hamba Allah”, tegasnya.

Diakhir orasinya, Ust Ferry Nur mengajak jamah untuk membuat komitmen, “Saya berjanji kepada Allah akan melakukan shalat yang berjamaah di mesjid, menbaca Al-Qur’an dan berinfak setiap hari. Itu semua ikhlas karena Allah”, ikrarmya yang diikuti seluruh jamaah yang hadir.

“Karena orang Yahudi itu takut ketika shalat subuh orang Islam sudah menyamai shalat Jum’at. Dan itu adalah tanda kemenangan”. Sambungnya.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close