BACHTIAR NASIR : “KITA ADALAH SATU JANGAN MAU DIPECAH BELAH”

JAKARTA (AQLNEWS) – Nikmat persaudaraan dan persatuan yang telah Allah anugerahkan kepada bangsa Indonesia harus disyukuri sehingga jangan mau dipecah belah. Inilah kemuliaan Islam yang diturunkan untuk umat Islam sehingga wajar juga kalau ada yang ingin terus mengganggu agar umat ini tidak bersatu.

Demikian tausiyah yang disampaikan Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center KH Bachtiar saat adakan safari tadabbur di Pontianak.  “Kita semua bersaudara. Ukhuwah Islamiyah ini kita jaga, jangan mau dipecah, dan jangan mau dikotak-kotakkan,” pungkasnya

Sebagai salah seorang tokoh pembaharu dalam gerakan umat Islam, beliau telah berkeliling Indonesia bahkan dunia dan melihat gegap gempita ghirah ummat Islam yang begitu besar. Fenomena ini sangat jauh dari kondisi umat Islam sebelumnya yang hampir saja putus asa karena tidak bisa bersatu. “Dulu kami ingin menangis melihat persatuan umat yang sepertinya gagal. Dari seminar ke seminar, konferensi, pertemuan nasional dan internasional dimana-mana, di Saudi, Sudan, Istambul, dan lainnya, tetap saja sulit menyatukan umat Islam,” Ungkap beliau mengurai pengalaman lalu yang sudah dijalaninya.

Tapi pada hari ini, jelas beliau, semua golongan umat sama dan bersatu. Semuanya bersatu dalam satu panji. Ini adalah momentum mahal sekali bagi umat Islam. Jika kedamaian dan persaudaraan umat Islam tidak dijaga, maka sama saja kufur terhadap nikmat Allah SWT. Karenanya, umat Islam jangan mau dipecah-pecah lagi karena fajar kebangkitan di ufuk Indonesia sudah nampak untuk dunia.

“Untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan itu maka hati-hati mengambil keputusan terhadap saudara dan hati-hati dalam menanggapi perbedaan. Karena persepsi terhadap saudara kita sangat besar pengaruhnya dalam perilaku kita terhadap terhadap saudara kita itu. Untuk itu, jika ada perbedaan di antara sesame muslim maka tidak usah mengomentari perbedaan tersebut, bicara yang baik-baik saja. sebab tanazu’ atau proses tercerabutnya kasih sayang dimulai dari persepsi kita yang ditindak lanjuti dengan komen. No comen adalah langkah awal untuk menjaga persatuan yang  telah Allah berikan kepada umat Islam Indonesia. Karena manusia itu pada tabiatnya menyukai persaudaraan dan kebenaran” ungkap UBN saat safari tadabbur di di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu 7 oktober 2017 lalu.

Sebarkan Kebaikan!