News

Bachtiar Nasir: Jangan Intimidasi Ulama!

PEMANGGILAN ulama-ulama yang notabene kritis terhadap pemerintah atau yang vokal berbicara politik, akhir-akhir ini kerap terjadi. Persoalan ini mendapat respon serius dari Pimpinan AQL Islamic Center Jakarta KH Bachtiar Nasir. Ulama yang dikenal fokus mengkaji Tadabbur Al-Qur`an ini mensinyalir adanya pembungkaman sistematis terhadap ulama-ulama yang kritis.

Seusai menyampaikan tabligh akbar dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan (23/1/2018), beliau menjelaskan, “Ya, saya menangkap adanya semacam apa yah, gerakan secara sistematis pembungkaman terhadap tokoh-tokoh agama, ulama-ulama yang kelihatan berbicara kritis apalagi berbau politik.”

Lebih jauh, ustadz yang akrab disapa UBN ini mengatakan, “Saya ingin menegaskan; bedanya ulama dalam berbicara politik dengan politisi yang berpolitik atau dengan aparat yang berpolitik. Sebetulnya tanpa disadari aparat sudah berpolitik atau menjadi perpanjangan politik. Ulama itu menjalankan prinsip dakwah yang namanya siyasah syar’iyyah (politik islam) untuk membawa nilai-nilai risalah kenabian dalam kehidupan politik indonesia yang lebih baik.”

KH Bachtiar Nasir yang juga merupakan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Jakarta menambahkan bahwa jangan samakan ulama yang berbicara politik dengan politisi busuk yang berbicara politik. Tidak akan ada isu-isu terkait kudeta atau ulama menggerakkan kudeta di Indonesia.

“Dan percayalah gak ada cerita agama itu ingin mengkudeta. Jangan sikapi kritis mereka sama dengan Anda menyikapi para politisi busuk, para politisi yang punya kepentingan sesaat. Pandanglah mereka (para ulama) secara positif dengan peran mereka sebagai orang yang sedang membawa risalah kenabian dan keilmuan. Bahwa ada kekurangan, ajak mereka untuk berbicara, Jangan terkesan ada intimadasi!” tegasnya.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close