News

KH Bachtiar Nasir: Jadilah Pemuda Visioner

JAKARTA (AQLNEWS.COM) – Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir mengingatkan agar mempunyai cita-cita yang besar dan tidak menjadi pemuda yang larut dalam pekerjaan yang sia-sia. “Jangan tua sebelum waktunya. Gantungkan cita-citamu di Arasy Ar-Rahman karena visi bermula dari sebuah mimpi. Mimpi itu gratis, namun andai mimpi yang gratis saja kita tak mampu melakukannya maka bagaimana mungkin kita dapat mewujudkan visi kita?”

“Tidak usah takut dalam berjuang karena Nabi Yusuf juga dipenjara dan Nabi Muhammad diboikot. Generasi yang bisa menyelamatkan negeri ini adalah pemuda-pemuda generasi Bung Tomo dan Jedral Sudirman yang membakar semangat kaumnya dengan pekikan takbir. Negeri ini butuh sosok Muhammad Al-Fatih yang gagah berani meruntuhkan berhala-berhala politik saat ini”, lanjut beliau ketika memberi tausiyah di Masjid Al-Falah, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad, 29 Oktober 2017 dengan tema “Membangun Pemuda Muslim”.

Menurut tokoh persatuan itu, untuk menciptakan peradaban Islam di tengah benturan peradaban, pemuda Islam yang akan menjadi generasi Rabbani harus mempunyai mental pemberani dan memanfaatkan tiap waktunya untuk memperoleh ilmu.

“Persoalan pemuda zaman dulu adalah kurang membaca dan menulis. Pemuda saat ini rajin membaca dan menulis, tapi tidak mempunyai daya baca dan daya nulis yang kuat. Mereka rajin menulis tapi menulis status, mereka rajin membaca tapi membaca twiter. Tidak ada yang melarang untuk meninggalkan aktivitas medsos, tapi pemuda visioner setiap kali membuka smartphone berprinsip harus menndapatkan ilmu dari situ”.

“Ilmu itu didapatkan dengan mempunyai daya baca dan daya nulis yang kuat, mampu menulis artikel panjang dan sanggup membaca artikel yang panjang. Sehingga pengetahuan yang didapatkan bukan pengetahuan hoax yang berasal dari status-status medsos”, lanjutnya.

Dia kemudian menutup tausiayahnya dengan mengingatkan para orang tua tentang pentingnya peran mereka dalam pertumbuhan anak-anak mereka. Hendaknya para orangtua mendidik anak mereka untuk berani mengambil resiko yang besar, karena hanya dari pemuda seperti itulah peradaban Islam akan bangkit di permukaan bumi ini, “Dari rahim muslimah-lah bangsa ini akan melahirkan pemuda-pemuda yang berani mengambil resiko besar untuk menciptakan peradaban baru di era benturan peradaban. Peradaban itu adalah peradaban Islam. Makanan pemuda visioner adalah ilmu yang membimbingnya dekat kepada Allah serta didikan orang tuanya untuk menjadi pemuda bernyali”.

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close