News

Bachtiar Nasir dan Pejuang Persatuan 212

JAKARTA (AQLNEWS) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) KH Bachtiar Nasir menyebut peserta Reuni 212 dan Maulid Nabi di Lapangan Monumen Nasional (Monas) sebagai pejuang-pejuang Persatuan 212.

Dalam tausiyahnya, ia menyebutkan bahwa di Indonesia ada sekitar 200 juta muslim. “Ada 200 juta muslimin di Indonesia. Berapa persen yang hadir?” Tanyanya kepada peserta.

Mayoritas peserta menyebutkan angka satu persen dari keseluruhan umat Islam. “Umat Islam yang tidak sempat hadir, saudara kita bukan?” Tanyanya.

Kompak peserta menjawab, “saudara!”. KH Bachtiar kemudian menegaskan bahwa semua umat Islam itu bersaudara, maka jangan mau dipecah belah hanya karena kepentingan suatu kelompok.

Menurutnya, ada dua hal yang sangat berpotensi untuk memecah belah umat, yaitu umat masih jauh dari Al-Qur’an dan masih memandang saudaranya berdasarkan kelompok, bukan dari sudut pandang kalimat tauhid.

“Demi Allah! tidak pernah ada di hati saya bahwa NU, Anshor dan Banser melarang saya ceramah. Yang ada adalah karena saya yg jarang silaturahim kepada mereka” pungkasnya.

Tokoh persatuan itu juga menjelaskan bahwa umat Islam harus membuat ijtihad baru, yakni persatuan umat. Hal itu dimaksudkan untuk mengobati luka sejarah, perpecahan umat.
“Kini kita umat Islam perlu membuat ijtihad baru, yaitu bersatunya semua kekuatan Islam baik yg tradisional maupun modernis di Indonesia. Hilangkan syak wasangka, lupakan luka sejarah. Kita menatap masa depan Islam yg baru di Indonesia” jelasnya.

“Mereka, musuh agama dan negara, tidak peduli kamu ini bajunya putih atau hijau, tidak perduli kamu NU atau Muhammadiyah, mereka tidak perduli bangsa negara ini hancur. Yang mereka mau adalah kita umat berpecah belah, bawa lari kekayaan Indonesia yg luar biasa ini” sambungnya.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close