AQL InfoArtikelGaleri FotoNews
Trending

Ayat Kauniyah di Petobo

Sigi, Berkah Berjamaah. Tersurat dalam Qur’an kisah kaum Luth yang melegenda. Walau Petobo tidak separah bencana kaum Luth, tapi Allah seakan mengirim ayat kauniyah untuk berbicara kepada kita agar menghindari maksiat.

“Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 84)

Tidak menuduh warga terdampak gempa dan tsunami sebagai pelaku maksiat, tapi kejadian ini adalah pesan kepada semua anak bangsa agar memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah. Bukan taubat sekedar ucapan, tapi taubat nasuhah yang diperlukan. Merendah dalam sujud di hadapanNya, serta memberikan infak terbaik sebagai wujud penyesalan terhadap perbuatan yang melanggar aturanNya.

Tanah petobo umpama kasur saat diinjak. Tanah kenyal yang menghampar, dengan lumpur yang permukaannya mulai mengeras. Sekitar tujuh ratus lebih lebih unit rumah tertimbun di kawasan ini. Tanah yang dulu menjadi peradaban manusia, berubah menjadi kuburan lumpur yang kehilangan kekuatan.

Efek likuifaksi, begitu para ahli menyebutnya. Efek menyulap pemukiman menjadi hamparan kuburan massal. Semua hanyut dan ditelan bumi. Hal itu disebabkan oleh massa dan volume lumpur yang keluar dalam jumlah besar saat gempa. Sehingga kerusakan di kawasan tersebut adalah yang paling parah akibat gempa 7,4 SR yang mengguncang pada hari jumat (28/9/2018).

Saat team Berkah Berjamaah dan AQL Peduli menyusuri area tersebut, ratusan TNI dan relawan gabungan sibuk mengevakuasi jenazah yang bisa dijangkau dengan alat berat. Bau anyir menyebar di setiap titik kita berdiri. Sangat mengerikan, tak terbayangkan jika posisi kita berada di lokasi saat gempa terjadi.

Keluarga sang guru ngaji, Ustad Abd. Ghafur, mengisahkan kengerian peristiwa detik-detik ia dikejar gulungan lumpur.
“Sangat mengerikan, tanah bergoyang dan di belakang kita lumpur seperti gunung mengejar. Jadi kita kaya dikejar gunung lumpur,” Tutur Istrinya dengan kesedihan yang menggurat di wajah.

Asetnya tak tersisa. Toko yang ia punya di kota sigi hancur. Jangan ditanya tentang rumah. Semua hilang ditelan bumi. “Yg tinggal hanya baju di badan.” Begitu lirihnya.

Ditunggu donasi terbaik untuk Palu dan Donggala. Bantu sodara kita. Salurkan melalui :

Bank Syariah Mandiri (kode : 451) 7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Do’a dan kepedulian kita sangat berarti
agar mereka kuat dan sabar menjalani musibah ini.

lnformasi dan konflrmasi : +6281292847019

#BerkahBerjamaah
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close