Asmaul Husna | Mengenal Allah Seindah Asma’Nya #1

Asmaul husna

 

Kata al-Fudhail, ada lima tipe orang yang sengsara di dunia ini karena semua yang dimilikinya tidak bisa membahagiakannya.

  1. Mengerasnya qalbu

Qalbu yang tidak mudah ikhlas dalam berbuat, qalbu yang tidak mudah berharap kepada Allah dalam bekerja, dan qalbu yang tidak bersandar kepada Allah dalam segala tindakan adalah qalbu yang keras dan orang seperti itu sengsara dengan semua pekerjaanya.

  1. Bekunya air mata

Kebekuan air mata berangkat dari kerasnya qalbu sehingga tidak ada tetesan air mata taubat dan penyesalan setelah bermaksiat kepada Tuhannya, karena selama ini hatinya tidak banyak berzikir untuk mengingat Allah SWT. beruntunglah orang yang sudah lembut hatinya dan tidak membeku air matanya.

  1. Berkurangnya rasa malu

Berkurangnya masa lalu itu tentu kepada Allah SWT. Ketika bermaksiat kepada Allah padahal rezeki yang kita dapat untuk bermaksiat itu berasal dari-Nya. Kita gunakan tenaga padahal tenaga itu berasal dari-Nya tetapi tenaga itu kita gunakan untuk menjauh dari Allah. Dia tidak pernah lepas perhatiannya kepada kita tapi kita mencari perhatian dari selain Dia padahal Allah-lah yang Maha memperhatikan kita dengan semua kasih sayang-Nya dan kita tidak merasa malu kepada Allah. Rasa malu itu di antara pilar-pilar iman. Semakin kuat rasa malu seorang hamba kepada Tuhannya maka akan semakin jauh dari kesengsaraan, sebaliknya, terlalu banyak bermaksiat membuat hilang rasa malu. Jika malu sudah hilang maka telanjanglah manusia itu karena tidak ada lagi penutup aurat pada dirinya dan terbongkarlah semua aib-aib dirinya, sedangkan orang yang telah terbongkar aibnya maka pasti akan sengsara.

  1. Cinta dunia

Ketahuiilah! Semua barang berharga yang kita cari dan kejar ada dalam simpanan khazanah Allah dan kuncinya pun ada pada kehendak-Nya. Terobsesi dan mengejar dunia adalah mengejar yang tiada seperti mengejar bayang-bayang dan menggapai fatamorgana. Putus asalah terhadap manusia karena tidak ada yang bisa lakukan manusia untuk kita dan sebelum kita kecewa pada akhirnya maka putus asalah terhadap apa yang ada di tangan manusia, karena manusia tidak punya apa-apa tanpa seizin Allah SWT. putus asalah kepada orang kaya dan pada penguasa agar tidak kecewa pada akhirnya, karena yang Allah turunkan tidak lebih dari yang sudah Dia takar untuk kita betapa pun besarnya usaha. Maka betapa sengsaranya orang yang terpusat qalbunya kepada dunia.

  1. Terlalu panjang angan-angan

Terlalu mengikuti keinginan dan keinginan itulah yang menyebrang menjadi anga-angan, padahal sesuatu yang paling dekat dan pasti adalah kematian dan jika destinasi atau titik horizon yang pasti untuk dituju itu adalah akhirat. Orang yang panjang angan pernah digambarkan Rasulullah SAW, beliau menggambar empat bentuk persegi panjang, di kotak persegi panjang itu Rasul menarik garis di tengah-tengah yang melintasi batasan atas dan batasan bawahnya. Sahabat kemudian bertanya, ya Rasulullah apa maksud empat persegi panjang ini? dan apa maksud garis yang melampaui kotak ini? Beliau menjawab, kotak itu adalah usiamu sementara garis itu adalah angan-angan yang melampaui usia.

Suatu hari, ada seorang sahabat yang menatap rumahnya dari arah depan berdecap kagum karena rumahnya baru saja dibangun, berharap ada teman yang lain lewat melintasi rumahnya untuk ditanya komentarnya tentang rumahnya itu. Tidak lama kemudian melintaslah salah seorang sahabat yang lain, lalu pemilik rumah dengan bangga mengatakan apa pendapatmu tentang rumahku? Sahabat itu berkata, rumahmu melampaui usiamu, lalu ditinggalkan dan dia tidak memuji.

Dalam peristiwa lain, ada orang yang baru pindah rumah maka dia mengundang tetangga, kerabat, sahabat, dan orang yang mengenal dan dikenalnya untuk memperkenalkan rumah barunya itu. Dalam suasana penyambutan tamu tiba-tiba mati lampu, di luar dugaan dia perbaiki sendiri dan kesetrum lalu mati pada saat itu juga. Rumah yang sesungguhnya adalah akhirat, dunia hanya terminal.

Rasulullah SAW begitu tegas melihat dunia dengan gambaran yang sangat konkrit. Beliau pernah bersabda, dunia bagiku tak lebih dari sebuah pohon di tengah padang pasir ketika terik matahari, karena panas aku kemudian berteduh sejenak di bawahnya dan menjelang sore hari kutinggalkan pohon itu, karena itu hanya tempat berteduh sejenak dan pohon itu adalah dunia.

Dalam melihat dunia sudah seharusnya kita mengikuti Rasulullah dalam melihatnya. Buat apa mempunyai rumah dan tanah di mana-mana, kalau pada akhirnya hanya akan menjadi masa lalu yang menyakitkan.

Imam al-Ghazali menggambarkan, tidak salah mempunyai harta yang banyak tapi ingat, punya harta yang banyak sama halnya sedang memelihara ular yang berbisa, jika telat memberi makan dan gagal mendidik ular maka dia kan menggigit tuannya.

Dalam sebuah hadis dijelaskan, bahwa orang yang tidak pandai mengelola hartanya dengan benar dan di jalan yang benar maka kelak akan berubah menjadi ular besar yang melilit sekujur tubuh sampai ke leher, ketika ular itu mengangah di depan wajah ular itu berkata, akulah hartamu ketika kamu masih di dunia, lalu dicaploklah kepala itu berulang-ulang.

Inilah lima hal yang bisa menyebabkan seseorang bisa jadi sengsara.

 

Sebarkan Kebaikan!