News

Anies Baswedan: Pendiri Bangsa Berjuang untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

JAKARTA (AQLNEWS)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan bahwa para pendiri bangsa berjuang untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, mereka tidak menggunakan istilah mayoritas dan minoritas dalam mengatur Republik Indonesia.

“Pendiri bangsa ini sadar bahwa mayoritas secara kategori agama adalah umat Islam. tetapi pendiri bangsa ini tidak pernah menggunakan kata mayoritas dan minoritas di dalam mengatur republik ini. saya pernah mengatakan, republik ini tidak didirikan untuk minoritas dan bukan untuk mayoritas, tapi didirikan untuk setiap anak bangsa Indonesia. Republik ini tidak didirikan untuk melindungi mayoritas dan tidak untuk melindungi minoritas, tapi setiap anak bangsa”, ujarnya.

Mantan Mendikbud mengucapkan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam acara Sejarah Pergerakan Islam dan Masa Depan Bangsa di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dia kemudian melanjutkan, “Tidak ada mayoritas dan minoritas dalam konstitusi kita. Artinya tokoh-tokoh yang waktu itu berjuang, dan banyak di antaranya adalah tokoh umat Islam, mereka menginginkan sebuah negara baru di mana di sana ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Sebagaimana Agus Salim bapak Diplomasi yang keislamannya tidak diragukan lagi. Namun, pada saat berdiplomasi beliau membawa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demikian juga, KH Hasyim Asy’ari dengan resolusi jihadnya. Idiom-idiomnya menggunakan diksi keislaman untuk Indonesia. “Jadi, saya melihat kontribusi itu diwujudkan dalam sebuah semangat bahwa umat Islam hadir berperan untuk seluruh Indonesia. Seandainya dulu bicaranya umat Islam, maka para pendiri bangsa kan bicara mayoritas saja,” ucap Anies.

Cucu pejuang kemerdekaan itu, Abdurrahman Baswedan, menyebutkan bahwa masalah Indonesia saat ini adalah ketimpangan yang tidak merata. Ketimpangan antara yang kaya dan miskin, antara yang berpendidikan dan tidak berpendidikan, yang bekerja dan yang tidak bekerja. “Ketimpangan itu yang kemudian hari ini menjadi masalah terbesar kita. Ketika ketimpangan itu muncul maka menjadi pertanyaan, sekarang mayoritas penguasaan asset siapa? Minoritas penguasaan asset kepada siapa?” tegas Anies.

Sebagai solusi, beliau kemudian mengajak anak bangsa untuk kembali ke titik azimat semangat perjuangan para pendiri bangsa, yaitu semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*MN

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close