AKHLAK DI MEDIA SOSIAL

Tahukah anda? Di era digital saat ini, ada dosa yang sangat sedikit orang menyadarinya. Dosa tersebut adalah tiadanya adab dan akhlaqul karimah dalam komunikasi lewat media sosial. Di dunia maya itu sangat banyak jerat-jerat setan yang justru dampaknya lebih dahsyat ketimbang di dunia nyata. Misalnya, tabir antara laki-laki dan perempuan di media sosial hilang hanya dengan satu ketikan. Salah satu jerat setan yang sangat marak dilakukan saat ini di medsos adalah menghujat, mencela, mem-bully, dan menyebarkan fitnah lewat berita hoaks. Begitu lihat berita langsung di-share tanpa klarifikasi.

Terkait akhlak di media sosial, KH. Bachtiar Nasir berpesan, “Anda boleh benci kepada siapapun, tapi harus tetap adil dan menjaga akhlak terpuji. Sebagai seorang muslim, jangan menebarkan berita yang bisa merusak kehormatan orang lain. Ini karena kita belum belajar ilmu beretika di dalam media sosial, tiba-tiba kita harus berhadapan dengan teknologi ini. Sehingga terjadi gagap teknologi yang membuat kita banyak melakukan dosa. Belum lagi gambar-gambar asusila dan pornografi. Masih banyak masyarakat yang sebenarnya belum siap menghadapi derasnya alur informasi lewat media sosial. Tiba-tiba mereka harus berhadapan dengan sistem nilai yang membahayakan. Tidak hanya bagi anak-anak dan remaja tetapi juga kalangan dewasa.”

Sebagai jalan keselamatan dari fitnah medsos, UBN (Sapaan akrab Bachtiar Nasir) mengingatkan, “Dalam surah al Baqarah, ada peringatan atas bahaya jebakan setan bagi umat manusia. “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah (2): 168-169)

Terakhir, beliau mengingatkan agar kita tidak berteman dengan setan, tetapi menjadikan setan sebagai musuh. “Karenanya, jadikanlah setan sebagai musuh, jangan pernah mencoba-coba untuk berkawan dengannya. Jauhilah lingkungan yang menjerumuskan. Jika ingin selamat dalam berislam, maka jauhilah langkah-langkah dan jadikanlah ia sebagai musuh yang nyata.” (Dikutip dari Buku Tadbir Rabbani, hlm. 306-307)

Sebarkan Kebaikan!