News

Ahok Dapat Remisi Natal, TA GNPF: Pemberian Remisi itu Cacat Hukum

JAKARTA (AQLNEWS)- Kabar remisi Natal 2017 yang diterima oleh terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Prunama atau akrab disapa Ahok ditanggapi Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (TA GNPF-Ulama). TA GNPF menyatakan bahwa pemberian remisi itu cacat hukum.

“Bahwa remisi itu salah satu syaratnya adalah menjalani pembinaan di lapas, bukan di rutan,” kata Kamil Pasha anggota TA GNPF Ulama dalam konferensi pers setahun penegakan hukum pasca Aksi Bela Islam di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Seperti yang diberitakan bahwa setelah diputuskan bersalah, Ahok dipindahkan dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur, ke Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Undang-Undang No 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, pembinaan terhadap narapidana dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) bukan di Mako Brimob,” lanjutnya.

Untuk itu, TA GNPF menilai AHok belum menjalani masa pembinaannya di lapas.“Sehingga secara administratif Ahok tidak berhak mendapatkan remisi Natal, pengurangan 15 hari yang diusulkan,” tegas Kamil.

Oleh karena itu, pemerintah bertindak tegas dan tidak memberikan remisi kepada Ahok karena belum memenuhi persyaratan.

Seperti yang diberitakan, terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Prunama atau akrab disapa Ahok mendapatkan remisi Natal. Remisi tersebut ditandatangani Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Kamis (21/12).

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close