Artikel
Trending

Agar Menjadi Pelopor Kebangkitan Islam

BAGAIMANA caranya agar bisa menjadi pelopor kebangkitan Islam? benarkah para pelopor itu hanya dari kalangan ulama? Setiap kita mempunyai peluang yang sama. Sebab kebangkitan Islam itu pasti, tapi apakah kita termasuk di dalamnya.

Allah-pun telah menurunkan nikmat khusus kepada umat Islam di Indonesia. Tinggal bagaimana umat Islam mengsyukuri nikmat tersebut dalam bentuk perbuatan, kemudian menjadikan dakwah sebagai jalan hidup.

Allah Swt. berfirman;

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. al-Maidah: 3)

Ada tiga nikmat besar yang Allah turunkan kepada umat Islam; pertama, Dia telah menyempurnakan Islam. Kedua, Dia telah mengcukupkan nikmatNya. Ketiga, Islam menjadi satu-satunya agama yang diridhai.

Tidak ada nikmat yang mengalahkan nikmat yang Allah ridhai. Sebagaimana penduduk surga yang telah diridhai oleh Allah, dan mereka pun ridha kepadaNya. Di dunia, orang yang paling beruntung dalam hidupnya adalah orang yang sudah ridha kepada Allah, dan Dia juga meridhai semua perbuatannya.

Berbicara soal nikmat, sebagaimana telah disebutkan di awal, ternyata ada nikmat khusus yang Allah turunkan di Indonesia yang tidak diberikan kepada bangsa lain. nikmat itu adalah menjadi bangsa dengan muslim terbesar di dunia. Terlebih hari ini, tidak pernah terjadi jutaan umat Islam berkumpul dalam satu tempat demi agamanya, hari yang sama, dan mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawanya.

Moment 212 adalah nikmat khusus yang Allah turunkan di Indonesia. Umat Islam yang berkumpul di Monas semacam memiliki keterikatan batiniyah, yakni tidak rela Islam dinistakan, tidak rela Islam didiskriminasi, bersatu menyuarakan keadilan, dan paling hebat adalah damai. Untuk itu, sangat disayangkan jika momen ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan duniawi sesaat. Kepentingan ekonomi ataupun kepentingan politik praktis. Dan sangat disayangkan pula jika potensi dalam momen ini hanya untuk Indonesia saja.

Indonesia telah menjadi bangsa harapan bagi dunia Islam lainnya. Palestina, misalnya, tidak berharap pada dunia Arab yang ada disekelilingnya tapi berharap pada Indonesia.

Hal terpenting adalah Islam datang di muka bumi untuk memberikan kedamaian dan menunjukkan jalan yang benar kepada umat manusia. Dan menjadi nikmat besar untuk umat Islam di Indonesia, karena hari ini mereka telah menunjukkan kedamaiannya. Untuk itu, sangat disayangkan jika potensi ini hanya dilhat dari kacamata yang sangat sempit; politik atau ekonomi misalnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat besar ini, maka sudah seharusnya umat Islam menjadi pelopor kebangkitan peradaban Islam di dunia. Satu hal yang harus difahami, kebangkitan itu tidak diawali dengan politik praktis ataupun eknomi, tapi dari dakwah. Dan hal yang terlupakan. Bukan berarti berdakwah tapi tidak berpolitik. Berdakwah tapi tidak berekonomi. Ada perbedaan mendasar dalam hal ini.

Sejarah mencatat bahwa dakwah sangat berjasa melahirkan politik Islam, melahirkan politis Islam, bahkan partai Islam. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, hari ini kontribusi apa yang telah mereka berikan untuk dakwah Islam? begitu juga dengan ekonom dan lembaga eknomi.

Fenomena hari ini, mayoritas politis atau ekonom asyik ma’syuk dengan urusan politik atau ekonominya sendiri dan melupakan dakwah. Dakwah tidak pernah dilirik. Dalam istilah kasarnya, dakwah hanya dijadikan tukang pendorong mobil mogok politik dan mobil mogok ekonomi.

Rumus kebagnkitan peradaban hanya satu; dahulukan, utamakan, dan prioritaskan dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Boleh menjadi politis atau ekonom, tapi jadikan profesi itu sebagai jembatan dakwah.

Ekonomi syariah akan berkembang jika berjalan di atas syariat Islam. Begitu juga dengan politik Islam, ia hanya akan kuat jika yang menjadi landasan adalah umat yang cinta syariat Islam. Eknomi syariah dan politik Islam tidak sekedar menjadi nama, tapi ekonom dan politis adalah orang-orang yang menjadikan dakwah sebagai prioritas utama. Jadi, jika ingin menjadi pelopor kebagkitan Islam, jangan berikan yang sisa untuk Islam dan wakafkan diri untuk dakwah di jalan Allah Swt..*Ditulis dari Khutbah Ustadz Bachtiar Nasir di Masjid Andalusia Centul City, Bogor, Jawa Barat, Jumat, (7/12/2018).

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close