5 Tips Berjumpa Lailatul Qadar

MUHAMMAD ‘Ali ‘Anzi dalam situs: islamstory.com menunjukkan lima cara untuk mengetahui Lailatul Qadar.  Pertama, merasakan dan mengetahui keagungannya. Maksudnya, sebelum memburunya harus disadari terlebih dahulu akan keagungannya. Bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah; lebih baik dari malam-malam lainnya. Nabi pun pernah bersabda, “Barangsiapa berjuang qiyamul lail untuk mendapat Lailatul Qadar berdasarkan keimanan dan harapan (akan rida Allah), maka dosa-dosa yang telah berlal akan diampuni.” (HR. Bukhari, Nasai). Di samping itu, Lalatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ketika keagungan ini terpatri dalam jiwa, maka peluang untuk mendapatkannya juga besar, karena diiringi dengan usaha maksimal.

Kedua, berusaha sekuat tenaga untuk memburunya, utamanya di sepuluh akhir bulan Ramadhan. Nabi sendiri, di sepuluh terakhir begitu giat menghidupkan malam bersama keluarganya dibandingkan dengan malam-malam lainnya. Inilah barangkali rahasia kenapa Lailatul Qadar tidak diberitahukan secara pasti waktu turunnya, supaya umat berusaha sungguh-sungguh dalam mendapatkannya.

Ketiga, membersihkan hati dari dengki, hasad, iri dan akhlak tercela lainnya.Orang yang hatinya dipenuhi kejahatan, maka tidak akan mungkin mendapat Lailatul Qadar. Allah SWT pernah memberi tahu nabi akan waktu turunnya. Namun, tiba-tiba pengetahuan itu diangkat oleh Allah gara-gara ada dua orang muslim yang saling bermusuhan dan mengangkat suara di masjid (HR. Bukhari). Maka kebersihan hati adalah kunci membuka Lailatul Qadar.

Salah satu kunci berjumpa dengan Lailatul Qadar adalah membangun hubungan yang baik dengan manusia.”

Keempat, membangun hubungan yang bagus dengan saudara yang lain. “Tidak sempurna keimanan kalian sebelum mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, Muslim). Bila hubungan dengan manusia terbangun dengan baik, maka peluang untuk mendapatkan Lailatul Qadar juga semakin besar.

Kelima, sebagaimana riwayat Aisyah, rajinlah  membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemaaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Semoga, dengan lima tips tersebut, siapa saja yang hendak memburu malam yang lebih baik dari seribu bulan bisa tercapai. Wallahu a’lam.

*Abu Kafillah

Sebarkan Kebaikan!