ArtikelTausiyah

3 puncak ibadah

BULAN Ramadhan adalah bulan yang mulia dan banyak berkahnya. Setiap ibadah yang dilakukan akan diganjar berkali lipat oleh Allah Ta’ala. Banyak amalan-amalan di luar shiam (puasa) dan qiyam (shalat) yang kita bisa fokuskan untuk menggapai derajat takwa, sebagaimana goals dari ramadhan itu sendiri.

  1. Membaca Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulannya Qur’an. Sangat banyak dalil yang menunjukkan hal ini. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

Rasulullah Saw. juga membocorkan keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an. Satu huruf akan diganjar 10 kebaikan. Beliau Saw. bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Imam Syafi’i khatam Qur’an dua kali dalam sehari semalam. Orang yang energi qalbunya “menengah” minimal khatam qur’an satu kali dalam satu minggu. Selemah-lemahnya iman di bulan ramadhan hanya sekali khatam selama bulan ramadhan.

  1. Zikir

Zikir orang yang energi qalbunya kuat di bulan ramadhan tidak terhitung. Baginya seratu atau seribu kali itu sedikit. Mulutnya tak berhenti mengucap istigfar dan asma Allah Swt.. Saat membersihkan rumah, berjalan ke pasar, dalam berdirinya, duduk, dan barinya. Semangat zikirnya akan meningkat di sepertiga malam dan saat waktu sahur tiba. Tasbihnya selalu menggema setiap pagi dan petang. Allah Ta’ala berfirman,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al Ahzab: 41).

Lidah orang yang mengejar derajat takwa tidak dibasahi oleh perkataan sia-sia. Lisannya hanya ada zikir. Mulutnya tidak berhenti berzikir. Hatinya dipenuhi keagungan Allah Swt. sejak fajar pun ia isi dengan aktivitas yang bisa mendekatkan diri kepada-Nya.  Menjelang magrib ia habiskan dengan banyak zikir dan doa. Tolak ukur keimanan dan kemunafikan adalah banyak dan sedikitnya zikir. Jika hati berat rasa untuk berzikir sebanyak-banyaknya maka bisa jadi ada kemunafikan dalam hati. Disela masa banyak tasbih yang terucap dan disela aktivitas banyak zikir yang dibaca.

  1. Sedekah

Para istri nabi saat ramadhan tiba bersemangat menyedekahkan hartanya di jalan Allah Ta’ala. Jika ada perusahaan yang “membakar” uang untuk tujuan marketing, tapi ada orang yang “membinasakan” hartanya di jalan Allah sebanyak-banyaknya, karena dia tau rezekinya berasal dari-Nya dan jika dijalankan lagi di jalan-Nya maka pasti akan mendapatkan balasan yang besar dari-Nya.

Khalifah pertama kaum muslimin, Abu Bakar Ash Shiddik. Karena Allah telah agung dalam hatinya sehingga sangat ringan untuk menyerahkan semua hartanya di jalan-Nya. Sebab dia tahu rezeki berasal dari yang Maha Besar dan jika disedekahkan maka akan mendapatkan keberkahan yang melimpah.

Salah satu keberkahan dari sedekah adalah melipatgandakan rezeki. Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) *Ditulis dari tausiyah KH Bachtiar Nasir.

Penulis: MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close